KKP ajak industri transportasi perkuat logistik perikanan nasional

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak perusahaan jasa transportasi dan distribusi ikut memperkuat sistem logistik perikanan nasional.

"Saya mengajak para stakeholder terutama para pengusaha jasa logistik untuk sama-sama memperkuat sistem logistik perikanan nasional kita," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Ia mengemukakan KKP terus berupaya untuk memperkuat Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) guna memperlancar distribusi ikan dari sentra produksi ke sentra industri.

Berdasarkan data KKP, produksi perikanan nasional mencapai 23,86 juta ton pada tahun 2019. Jumlah tersebut terdiri dari perikanan tangkap sebesar 7,53 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 16,33 juta ton, termasuk rumput laut.

Ia memastikan KKP mengembangkan implementasi SLIN untuk membangun sistem manajemen rantai pasokan ikan dan produk perikanan yang terintegrasi, efektif dan efisien.

Hal itu, ujar dia, adalah untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan hulu-hilir, pengendalian disparitas harga, serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Artati mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi dalam implementasi SLIN, salah satunya dalam menyediakan ketersediaan bahan baku industri pengolahan dan kebutuhan pasar.

Sebanyak 81 persen produksi perikanan terutama produksi perikanan tangkap berada di luar Jawa dan 50 persen Unit Pengolahan Ikan (UPI) berpusat di Jawa.

"Diperlukan sinergitas antar pelaku usaha agar produk pengolahan ikan nasional bisa kompetitif dan berdaya saing dengan negara lain, baik secara harga maupun kualitas," katanya.

Dikatakannya, melalui program SLIN dari tahun 2016 hingga 2020, Ditjen PDSPKP telah membangun dan melengkapi fasilitas sarana dan prasarana penunjang logistik hasil perikanan seperti cold storage, kendaraan berpendingin, serta pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Biak dan Mimika.

"Mulai tahun ini, KKP sudah mulai mengembangkan penggunaan portable cold storage yang sangat cocok digunakan di wilayah pesisir karena lebih praktis dan mudah dipindah," sambungnya.

Artati mengutarakan harapannya agar ke depan ada satu perusahaan penyedia jasa logistik yang memiliki layanan angkutan multimoda, sehingga pelaku usaha perikanan ketika akan mengirimkan hasil kelautan dan perikanan tidak harus melakukan kontrak dengan satu sampai lima perusahaan jasa logistik tetapi cukup dengan satu perusahaan jasa yang dapat menghubungkan darat, laut, dan udara dengan biaya logistik lebih efektif dan efisien.

Baca juga: KKP minta pengiriman logistik perikanan tidak dibatasi
Baca juga: Pemerintah berupaya panen perikanan terserap
Baca juga: KKP berkomitmen bangun sistem logistik perbenihan kelautan perikanan