KKP-Angkasa Pura I perkuat pengawasan lalu lintas perikanan di bandara

Apep Suhendar
·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Angkasa Pura (AP) I guna memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas perikanan di bandara sebagai salah satu pintu gerbang negara untuk lalu lintas orang dan barang.

"Semakin tinggi lalu lintas komoditas perikanan berdampak pada meningkatnya tingkat kerawanan kasus pelanggaran karantina ikan dan perikanan baik ekspor, impor, antar area, dengan modus operandi yang semakin beragam," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Menurut Rina, kerja sama ini penting dalam rangka meningkatkan pengawasan dan pengendalian lalu lintas komoditas ikan dan hasil perikanan di wilayah bandar udara.

Terlebih, lanjutnya, perusahaan bidang BUMN tersebut berwenang mengelola jasa kebandarudaraan di 15 bandar udara di wilayah tengah dan timur Indonesia.

Dikatakannya, kerja sama tersebut dinilai strategis dan efektif guna penguatan pemeriksaan lalu lintas komoditas ikan dan hasil perikanan.

"Atas dasar itulah perlu pemantauan dan evaluasi baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap pelaksanaan kerja sama tersebut," jelasnya.

Baca juga: Tekad KKP terapkan UU Cipta Kerja di sektor kelautan dan perikanan
Baca juga: PT Kereta Api Logistik siap perkuat logistik sektor kelautan perikanan

Senada, Vice President Airport Security Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero) Dony Subardono memastikan jajarannya akan tetap mendukung BKIPM dalam melakukan pengawasan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui pesawat udara di bandara-bandara Angkasa Pura I (Persero).

Bahkan, dia mendorong BKIPM untuk bisa memberikan asistensi kepada para eksportir agar tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Sebelumnya, KKP mengajak berbagai perusahaan penyedia jasa transportasi dan distribusi dalam rangka memperkuat sistem logistik perikanan nasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti mengemukakan, pihaknya terus berupaya untuk memperkuat Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) guna memperlancar aliran ikan dari sentra produksi ke sentra industri.

Berdasarkan data KKP, produksi perikanan nasional mencapai 23,86 juta ton pada tahun 2019. Jumlah tersebut terdiri dari perikanan tangkap sebesar 7,53 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 16,33 juta ton, termasuk rumput laut.

Baca juga: KKP: Sektor perikanan garda terdepan ketahanan pangan saat pandemi
Baca juga: Satgas 115 ringkus kapal ikan asing di perairan Pulau Berhala