KKP bangun sinergi dengan swasta untuk produksi induk udang unggul

·Bacaan 3 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sinergi lebih dalam dengan pihak swasta dalam memproduksi induk udang unggul agar dapat mencapai target produksi udang 2 juta ton pada 2024.

"Untuk dapat memproduksi udang 2 juta ton tentu perlu adanya jaminan ketersediaan induk udang unggul dan benih bermutu di seluruh sentra produksi budidaya udang. Karena dengan induk yang berkualitas, akan menghasilkan benih yang berkualitas pula," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Tb Haeru Rahayu, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Tebe, sapaan akrab Tb Rahayu, menyatakan bahwa dengan benih udang yang berkualitas, maka hasil produksi udang bisa lebih maksimal.

Pasalnya, menurut dia, jika terjadi penurunan kualitas induk dan benih, maka seluruh produksi akan mengalami penurunan kualitas. Selain itu, dengan benih yang unggul itu diharapkan mampu tahan terhadap serangan virus sehingga target yang sudah kita tetapkan dapat tercapai.

Ia memaparkan bahwa indukan yang baik harus Specific Phatogen Free (SPF), bebas inbreeding dan hasil uji kinerjanya baik dari sisi pertumbuhan, salinitas rendah, dan ketahanan terhadap penyakit.

Dirjen Perikanan Budidaya menuturkan untuk mendapatkan induk udang yang berkualitas bisa dengan kerja sama bersama pihak swasta agar terhindar masalah ketersediaan induk udang ke depannya, serta agar induk udang Indonesia bisa komparatif dengan indukan impor seperti dari Kona Bay dan High Health yang berasal dari Hawaii.


Baca juga: Indonesia pasti bisa hasilkan 2 juta ton udang pada 2024

"Sinergi pemerintah dan swasta penting disini agar produksi bisa berjalan dan tidak ada masalah ke depannya. Karena semua menginginkan kita bisa menjadi salah satu produsen terbesar udang vaname dan mampu menjadi yang pertama untuk penyuplai udang vaname di pasar internasional. Sehingga subsektor perikanan budidaya menjadi penyumbang devisa negara bisa terwujud," papar Tebe.

Tebe menambahkan peranan swasta sangat diharapkan dalam upaya penyediaan induk dan benur yang berkualitas, di antaranya induk yang memiliki keunggulan tertentu seperti Fast Growth atau Induk yang Specific Pathogen Free (SPF).

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIUUK) Karangasem yang mampu memproduksi induk unggul udang vaname dengan kapasitas produksi sebanyak 140 ribu ekor induk dalam 1 tahun.

"Jumlah ini masih sangat jauh dari kebutuhan yang diminta, sehingga sisanya masih harus dipenuhi dengan cara mendatangkan induk dari pihak swasta, dukungan dari perusahaan swasta yang memproduksi induk unggul udang vaname terus kita dorong," tegas Tebe.

Sebelumnya, Destructive Fishing Watch (DFW) menyatakan pentingnya melakukan pembenahan mendasar beragam persoalan terkait produksi udang nasional guna mewujudkan produksi 2 juta ton pada tahun 2024.


Baca juga: KKP dorong penggunaan teknologi "microbubble" di produksi udang vaname

Koordinator Nasional DFW Indonesia Moh Abdi Suhufan menyatakan bahwa saat ini terdapat tiga masalah mendasar yang dihadapi dalam peningkatan produksi udang yaitu ketiadaan peta detil tambak, status lahan tambak, dan kondisi saluran air yang tidak berfungsi.

"Saat ini belum ada peta detail tambak di Indonesia untuk keperluan manajemen dan engineering di tingkat farm level," kata Abdi.

Menurut dia, rencana KKP untuk melakukan revitalisasi tambak udang tradisional seluas 5000 ha di seluruh Indonesia patut dipertanyakan perkembangannya.

Selain itu, ujar dia, terdapat pula permasalahan seperti status dan kepemilikan lahan budidaya menjadi sensitif dan berkontribusi pada kegagalan program budidaya udang selama ini.


Baca juga: DFW: Benahi masalah mendasar terkait produksi udang nasional
Baca juga: Tingkatkan produksi, KKP salurkan 2,1 juta benih udang di Aceh
Baca juga: KKP dorong Sambas Kalbar jadi sentra produksi udang berkualitas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel