KKP: Dr Hawis Madduppa berkontribusi besar kelola rajungan Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa pakar kelautan dan perikanan IPB University (alm) Dr Hawis H Madduppa adalah sosok yang berperan dan berkontribusi besar dalam dalam pengelolaan perikanan rajungan di Indonesia.

"Beliau adalah sosok pekerja keras yang telah banyak membantu kami di KKP selaku 'fisheries manager' dalam pengelolaan perikanan rajungan di Indonesia," kata Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap (PSDI-DJPT) KKP Ridwan Mulyana, yang saat dihubungi ANTARA dari Bogor, Jawa Barat sedang berada di Seychelles, Jumat.

Ridwan Mulyana berada Republik Seychelles atau Seiselensa, negara kepulauan yang mencakup sebuah kepulauan dari 115 pulau di Samudera Hindia di Samudra Hindia, sekitar 1.600 km sebelah timur daratan Afrika, dan sebelah timur laut Madagaskar untuk memimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Indian Ocean Tuna Commissions (IOTC).

IOTC adalah sebuah organisasi internasional yang terdiri atas berbagai pemerintahan yang berfungsi mengelola spesies ikan tuna di kawasan Samudera Hindia dan lautan sekitarnya yang berbatasan langsung.

Menanggapi wafatnya Associate Professor Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) University Dr rer.nat Hawis Madduppa, S.Pi, M.Si, pada Selasa (10/5) 2022 di sebuah rumah sakit di Jakarta, ia menyatakan melalui Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) di bawah kepimpinannya, almarhum banyak memberikan kontribusi terkait pendataan perikanan rajungan yang hampir seluruhnya berasal dari perikanan skala kecil (small-scale fisheries).

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap (PSDI-DJPT) KKP Ridwan Mulyana (dua dari kiri) disela-sela memimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Indian Ocean Tuna Commissions (IOTC) di Republik Seychelles, Jumat (13/5/2022). (ANTARA/HO-Dit. PSDI-DJPT-KKP/Andi J)
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap (PSDI-DJPT) KKP Ridwan Mulyana (dua dari kiri) disela-sela memimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Indian Ocean Tuna Commissions (IOTC) di Republik Seychelles, Jumat (13/5/2022). (ANTARA/HO-Dit. PSDI-DJPT-KKP/Andi J)

Selain sebagai ilmuwan di FPIK IPB University, sejak 2014 almarhum Hawis Madduppa juga mengemban amanah sebagai Direktur Eksekutif APRI.

Menurut Ridwan Mulyana, bahkan dengan kondisi tubuh yang kurang fit, Dr Hawis Maduppa dan tim masih bersedia membantu DJPT-KKP dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) Rajungan, terutama terkait pendataan.

Hal itu, katanya, berkaitan dengan tim APRI yang memang terjun langsung di pusat-pusat pendaratan rajungan di pantai utara (pantura) Pulau Jawa.

Ia menambahkan pada Februari 2022, tim DJPT-KKP melaporkan bahwa almarhum datang langsung dan berdiskusi hangat dengan suasana kekeluargaan guna membahas langkah-langkah lanjutan terkait data perbaikan (improvement).

"Namun demikian, Allah SWT berkehendak lain. Kesehatan beliau menurun dan beliau harus kembali kepada-Nya. Kami, keluarga besar Direktorat PSDI-DJPT-KKP sangat kehilangan," demikian Ridwan Mulyana.

Baca juga: Dr Hawis Madduppa wafat, Rektor: IPB kehilangan dosen terbaik

Baca juga: MSC: Mimpi Dr Hawis Maddupa rajungan Madura raih ekolabel dilanjutkan

Baca juga: Pakar IPB: Pelatihan pembesaran rajungan kurangi tekanan lingkungan

Baca juga: Konservasi rajungan Indonesia melalui GTK5

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel