KKP Gelar Pameran Olahan Ikan Laut di Bandara Soetta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya produk pangan, UMKM sektor kelautan dan perikanan juga menghasilkan produk kecantikan serta kerajinan tangan. Guna mengenalkan produk-produk tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan galeri #PasarlautIndonesia di pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta dan rest area Tol Trans Jawa, tepatnya di KM 260 B Brebes dan 456 Salatiga.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti mengungkapkan, galeri ini bagian dari soft launching 'Pasar Laut Indonesia', sekaligus bentuk dukungan KKP pada gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Di galeri #PasarLautIndonesia, semua produk UMKM unggulan dipajang di booth agar masyarakat kita semakin bangga dengan UMKM, dengan hasil laut dan perikanan nusantara," kata Artati aaat mengunjungi pameran di Terminal 3, Senin (24/5/2021).

Para pelancong, lanjut Artati, bisa berbelanja beragam makanan olahan, seperti sereal ikan, abon ikan, abon rajungan, sambal ikan, mie ikan, kacang bandeng, fish skin dan trasi. Selain itu, kaum hawa juga bisa membeli beragam produk kecantikan seperti facial wash, face mask, shampoo, serum, garam spa serta handycraft berbasis produk laut.

"Kita ingin menunjukkan, ikan atau produk kelautan dan perikanan tidak hanya bisa dinikmati anak-anak untuk kecerdasannya, tapi juga ibu-ibu untuk kecantikannya dan semua usia untuk kebutuhan imunitasnya," ujar Artati.

Khusus booth Galeri #pasarlautindonesia di Rest Area KM 260 B dan 456, akan lebih banyak mempromosikan produk UMKM unggulan dari daerah setempat. Melalui galeri ini, Artati mengajak semua lapisan masyarakat menjadi bagian dari gerakan BBI.

Senada, Direktur Pemasaran PDSPKP KKP menjelaskan alasan penempatan galeri #pasarlautIndonesia di tiga titik di atas. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut sangat strategis untuk menarik sebanyak mungkin masyarakat.

"Harapannya galeri ini semakin menarik perhatian masyarakat bahwa banyak produk-produk UMKM kelautan dan perikanan yang bagus-bagus, kemasannya juga bagus, tidak kalah dengan hasil industri besar,” terang Machmud.

Pada kesempatan tersebut, Machmud juga mengajak UMKM lain untuk ikut mendaftar di #pasarlautindonesia agar bisa mendapatkan beragam manfaat. Sedangkan UMKM yang sudah terdaftar dapat dilihat di website www.pasarlautindonesia.id yang kini sudah hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh.

"Website juga telah terkoneksi dengan Pameran Virtual #pasarlautindonesia yang akan dilaksanakan pada Bulan Juni dan November 2021," sambungnya.

Dukungan Penuh AP II

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (12/5/2020).
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (12/5/2020).

Sementara President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin memastikan dukungannya terhadap berbagai program pengembangan UMKM seperti yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program Pasar Laut Indonesia. Bahkan, dia menilai aksi kolektif berbagai sektor dibutuhkan dalam mendukung UMKM menemukan peluang dan bangkit di tengah krisis akibat pandemi COVID-19.

“Kami berharap dengan adanya galeri produk perikanan dan kelautan di Terminal 3, masyarakat dapat semakin bangga terhadap produk-produk dalam negeri,” kata Awaluddin.

Sebagai informasi, produk perikanan dan kelautan yang berada di galeri Pasar Laut Indonesia Terminal 3, nantinya dapat dibeli secara online melalui aplikasi travelin sebagai media e-commerce yang dapat diunduh di iOS dan Android. Aplikasi travelin dikembangkan oleh AP II, untuk memudahkan dan memberikan seamless journey experience bagi traveler, serta mendukung ekosistem transportasi dan pariwisata nasional.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel