KKP genjot produktivitas budidaya untuk lesatkan ekspor perikanan

·Bacaan 3 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot produktivitas budidaya dari berbagai komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan dalam rangka melesatkan angka ekspor perikanan nasional dari sektor tersebut.

Sekjen KKP Antam Novambar dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa secara keseluruhan nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2020 mencapai angka 5,2 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,9 miliar dolar.

Sedangkan komoditas perikanan yang menjadi andalan ekspor Indonesia saat ini diantaranya udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting dan rumput laut.

"Udang dan rumput laut sebagian besar merupakan hasil perikanan budidaya sementara tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita dan rajungan-kepiting merupakan hasil perikanan tangkap," ujar Antam Novambar.

Baca juga: Dirjen KKP: Ikan kerapu dari Natuna idola ekspor saat pandemi

Untuk memenuhi pasar ekspor perikanan, lanjutnya, langkah KKP saat ini memperkuat subsektor perikanan budidaya, khususnya untuk tiga komoditas yang penyerapan dan nilainya di pasar dunia cukup tinggi, yakni udang, rumput laut dan lobster.

Ia mengungkapkan bahwa alasan KKP memilih memperkuat subsektor budidaya, lantaran ingin menjaga sumber daya alam perikanan tetap lestari, sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mengedepankan prinsip ekonomi biru dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Menteri sangat concern (peduli) sekali dengan keberlanjutan. Itulah sebabnya, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor harus didukung oleh riset kelautan dan perikanan, sebagaimana tertuang dalam program prioritas," ungkap Antam.

Lebih lanjut Antam memaparkan, beberapa program telah dibuat bahkan ada yang sudah berjalan untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang, rumput laut, dan juga lobster. Di antara program-program itu yakni pembangunan shrimp estate, revitalisasi tambak untuk percontohan klaster budidaya udang berkelanjuntan, dan tambak udang milenial.

Sementara untuk komoditas lobster, masih menurut dia, KKP berencana mengembangkan lokasi percontohan budidaya lobster. Sedangkan untuk komoditas rumput laut, KKP berencana mengembangkan lokasi prioritas budidaya rumput laut yang akan didukung dengan hilirisasi industri rumput laut.

Baca juga: KKP optimistis RI jadi pengekspor ikan hias nomor satu dunia

Sebagaimana diwartakan, KKP terus-menerus mengingatkan pelaku usaha agar dapat meningkatkan mutu produk ekspor sektor kelautan dan perikanan mereka agar tidak menghadapi penolakan produk perikanan Indonesia di pasar global.

"Jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja.

Ia mengingatkan Indonesia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia, dengan total ekspor produk perikanan tahun 2020 mencapai 5,2 miliar dolar AS, di mana 4,84 miliar dolar di antaranya berasal dari ikan konsumsi.

Selain itu, ujar dia, pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai 1,27 miliar dolar AS, dengan negara tujuan ekspor utama RI adalah Amerika Serikat, China, ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data tahun 2020, sebanyak 2.191 unit pengolahan ikan (UPI) juga telah menembus ekspor ke 157 negara mitra dengan komoditas ekspor utamanya meliputi udang, tuna-cakalang-tongkol, cumi, kepiting-rajungan, rumput laut, dan ikan layur.

"Namun demikian, di balik tingginya data ekspor tersebut, pelaku eksportir produk perikanan Indonesia kerap kali menerima penolakan produk karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Menurut data US Food and Drug Administration (FDA) per Desember 2020, pada tahun 2020 terdapat 97 kasus penolakan ekspor perikanan dari Indonesia," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel