KKP: Gresik kini miliki selasar jelajah mangrove 1,5 kilometer

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini memiliki tracking atau selasar jelajah mangrove sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang berpotensi menjadi objek wisata di daerah tersebut.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut memberikan bantuan paket stimulus berupa pembangunan selasar tracking mangrove di Kabupaten Gresik, " kata Sekretaris Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Hendra Yusran Siry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Selain tracking tersebut, lanjutnya, dalam paket stimulus itu juga diberikan pembangunan fasilitas umum seperti toilet serta amphitheater, tempat sampah, papan informasi dan pengurukan area komunitas nelayan dan pembuatan ikon berbentuk ornamen yang merepresentasikan akar pensil Avvicennia sp.

Baca juga: KKP: Kawasan mangrove Pariaman dapat menjadi wisata minat khusus

Ia mengungkapkan total bantuan yang disalurkan kepada pihak BUMDes Tirta Wening selaku penerima bantuan sebesar Rp956,97 juta.

Dari pembangunan itu, ujar dia, total tracking mangrove di Desa Banyuurip saat ini bertambah menjadi 1,5 km panjangnya.

Hendra Yusran Siry mengatakan pembangunan tracking mangrove merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Rehabilitasi Kawasan Mangrove.

"Pada tahun 2020, untuk memulihkan ekonomi dan ekosistem pesisir, KKP menyalurkan bantuan sarana/prasarana pusat restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir," ujar Hendra.

Baca juga: KKP resmikan destinasi wisata mangrove berkelas di Singkawang Kalbar

Hendra juga mengapresiasi Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan semua pihak yang telah membantu merampungkan pembangunan tracking mangrove dalam waktu yang singkat.

“Saya berharap tracking mangrove yang baru ini bisa menjadi media meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus tempat edukasi dan konservasi mangrove di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Di tempat berbeda, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP M Yusuf menyampaikan ekosistem mangrove harus dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Yusuf mengutarakan harapannya agar tracking mangrove yang telah diberikan pemerintah kepada kelompok masyarakat dapat dijaga dan dikembangkan.

“Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan dan menambah kawasan mangrove secara alami,” ucap Yusuf.