KKP kembangkan SFV UPT di BRPI Sukamandi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan mengembangkan percontohan Smart Fisheries Village berbasis Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi Subang, Jawa Barat, dalam pemanfaatan benih-benih unggul perikanan.

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa SFV UPT BRPI ditetapkan untuk memperbanyak calon induk unggul dan benih bermutu ikan air tawar.

Benih dan induk unggul komoditas ekonomis penting ikan air tawar yang akan diproduksi meliputi Ikan Gurami Bima, Ikan Lele Mutiara, Ikan Nila Srikandi, Ikan Patin Perkasa, Ikan Mas Mustika, serta Udang Galah GI Macro II. Produk tersebut mempunyai keunggulan baik di aspek pertumbuhan maupun ketahanan terhadap penyakit apabila dibandingkan dengan ikan-ikan budidaya pada umumnya.

“BRPI Sukamandi telah mengembangkan SFV satuan kerja yang berbasis pada penerapan benih unggul, teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna, keberlanjutan, serta peningkatan ekonomi yang menyinergikan antara hasil riset dan teknologi dengan peningkatan SDM perikanan melalui pelatihan dan teaching factory serta mewujudkan kegiatan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir,” kata Nyoman.

Baca juga: KKP kembangkan Marine Aquarium Education Center di Pangandaran

Nyoman mengatakan konsep pola pengembangan yang akan diterapkan di BRPI adalah melalui sistem inti-plasma, di mana BRPI Sukamandi akan menjadi inti sedangkan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) mitra yang dibina oleh penyuluh perikanan akan menjadi plasma. Selain itu, SFV UPT BRPI juga akan mengembangkan pola TEFA untuk mahasiswa, taruna, ataupun taruni.

BRSDM Kelautan dan Perikanan juga menggencarkan kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) untuk akses permodalan, penyuluh perikanan, pokdakan, dan pembudidaya ikan di Kabupaten Subang.

Pokdakan dan pembudidaya ikan telah diidentifikasi dan dipilih tujuh pokdakan serta satu pembudidaya sebagai plasma dari 48 pokdakan di Kabupaten Subang. Selain itu juga dilakukan kerja sama dengan Politeknik KP Karawang untuk kegiatan teaching factory (TEFA) bagi mahasiswa.

“Total luas area BRPI adalah seluas 56 hektare dan berdasarkan hasil identifikasi, lahan seluas 22,6 ha dapat dimanfaatkan untuk sewa atau KSO. Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas perikanan budidaya dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” kata Nyoman.

Baca juga: KKP dorong penguatan branding perikanan Indonesia di internasional

Dalam mengembangkan SFV UPT di BRPI, Kepala BRPI Joni Haryadi menuturkan bahwa pihaknya turut memanfaatkan internet of things (IOT), khususnya dalam mengelola perairan tambak maupun minapadi. Salah satunya menggunakan aplikasi Jala Tech untuk memonitor kualitas air secara daring.

SFV merupakan program pembangunan desa perikanan berbasis penerapan teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

SFV merupakan program prioritas BRSDM untuk mendukung program terobosan KKP terkait pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal sehingga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak.