KKP kerahkan kapal pengawas guna evakuasi nelayan tenggelam di Kalbar

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan Kapal Pengawas Perikanan Napoleon 037, yang beroperasi di bawah Stasiun PSDKP Pontianak, untuk bergabung dengan tim SAR gabungan mencari korban kapal nelayan, yang tenggelam karena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat.

"Pertama, tentu kita semua prihatin dengan peristiwa ini, Menteri Kelautan dan Perikanan memberi perhatian atas peristiwa ini dan memerintahkan kami mendukung proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan," kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), yang juga Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Ia mengemukakan tim KKP yang bergabung dalam tim SAR Gabungan juga terus bekerja untuk proses identifikasi korban dan berkoordinasi dalam rangka pemulangan enam nelayan asal Jakarta yang berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi tersebut.

Baca juga: KKP imbau nelayan patuhi standar operasional hadapi cuaca ekstrim

Lebih lanjut, Antam menjelaskan tim SAR gabungan saat ini tengah melakukan pencarian dan pertolongan terhadap anak buah kapal (ABK) yang dinyatakan hilang pada kecelakaan 16 kapal di mana 12 di antaranya merupakan kapal nelayan yang tenggelam karena cuaca buruk.

"Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung sampai dengan saat ini, mudah-mudahan kita bisa melakukan langkah-langkah penyelamatan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP Pung Nugroho Saksono menyampaikan selain memberikan dukungan pencarian dan evakuasi korban tenggelam, Ditjen PSDKP KKP saat ini juga membantu proses identifikasi dan koordinasi pemulangan terhadap enam orang nelayan asal Jakarta yang berhasil diselamatkan tim SAR gabungan.

Selain itu, ujar dia, proses identifikasi dilaksanakan secara efektif dengan bantuan nelayan yang selamat.

"Saat ini, ada enam nelayan korban selamat yang akan kami pulangkan segera setelah mereka membantu mengidentifikasi korban lain yang ditemukan," ucap Pung.

Sebelumnya, 16 kapal dengan 12 kapal di antaranya kapal nelayan mengalami kecelakaan karena cuaca buruk di wilayah perairan Kalimantan Barat pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu (14/7/2021) dini hari.

Disebutkan bahwa saat ini tim SAR gabungan masih terus mencari korban hilang yang belum ditemukan.

Baca juga: Gubernur Kalbar harapkan masih ada korban kapal tenggelam yang selamat
Baca juga: SAR Pontianak: 39 nelayan masih belum ditemukan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel