KKP kucurkan bantuan untuk kelompok konservasi di Sumatera Barat

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengucurkan bantuan Rp122,11 juta kepada kelompok masyarakat penggerak konservasi (Kompak) di Sumatera Barat untuk mendukung program pelestarian ekosistem kelautan di daerah tersebut.

"Saya berharap bantuan Kompak yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dijaga sebaik mungkin untuk kegiatan konservasi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Menteri Trenggono meminta agar kelompok penerima bantuan selalu menjadi garda terdepan membangun bidang kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan telah menyerahterimakan bantuan itu kepada David Hidayat, Ketua Kelompok Anak Desa Sungai Pinang (Andespin) Deep West Sumatera, beberapa waktu lalu.

Andespin merupakan kelompok masyarakat pengawas yang memiliki visi dan misi lingkungan, konservasi, edukasi dan sosial kemasyarakatan.

Kelompok yang berperan aktif sejak tahun 2014 tersebut, telah melaksanakan berbagai kegiatan meliputi transplantasi dan pengawasan terumbu karang di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh, rehabilitasi kawasan pantai dan muara melalui penanaman mangrove dan kegiatan serupa lainnya.

“Kami berterima kasih kepada KKP atas bantuan peralatan selam yang diserahkan langsung oleh Pak Menteri. Tambahan bantuan alat selam ini, tentu membuat kami makin semangat untuk terus melakukan kegiatan yang mendukung konservasi seperti terumbu karang dan sebagainya. Selama ini kami memang terkendala dengan kurangnya peralatan seperti tidak ada kompresor pengisi tabung dan kamera bawah air untuk dokumentasi setiap kegiatan,” ucap David.

Bantuan senilai Rp122,11 juta yang diserahterimakan itu adalah sebanyak 17 unit terdiri dari 1 unit dive compressor, 2 unit tabung selam, 4 set fin, 4 set snorkel, 4 set masker, 1 set underwater camera dan 1 unit proyektor.

Selain menyerahkan bantuan kepada Kelompok Andespin Deep West Sumatera, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan kepada Kompak Raja Samudera yang aktif melakukan kegiatan konservasi di Taman Wisata Perairan Pulau Pieh, Sumatera Barat yang merupakan wilayah kerja Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru.

Raja Samudera merupakan kelompok masyarakat mitra konservasi yang bergerak di bidang konservasi dan wisata konservasi di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman sejak tahun 2016.

Bantuan yang diserahkan kepada Kompak Raja Samudera berupa satu unit kapal multifungsi dengan spesifikasi bahan fiber panjang total 9 meter, serta lebar total 1,75 meter.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Andi Rusandi menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan konservasi oleh kelompok, serta bantuan tersebut akan terus dimonitor dan dievaluasi pemanfaatannya sebagai bahan masukan dan evaluasi bagi KKP dalam pelaksanaan bantuan selanjutnya.

Baca juga: KKP-pemda pastikan 28,1 juta hektare kawasan konservasi dapat terwujud
Baca juga: DPR: Prinsip konservasi kelautan harus diutamakan dibanding korporasi
Baca juga: KKP terbitkan Rencana Aksi Nasional Konservasi Hiu Paus 2021-2025

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel