KKP latih 100 pembudidaya di Cilacap lesatkan produksi ikan air tawar

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melatih sekitar 100 pembudidaya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam rangka meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar sebagai pengganti ikan laut yang mengalami kecenderungan overfishing atau penangkapan berlebih.

"Kecenderungan overfishing pada sektor perikanan tangkap semakin hari semakin memaksa usaha budidaya ikan air tawar untuk terus bertumbuh kembang agar meningkatkan produksi ikan air tawar sebagai substitusi ikan laut," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Guna menyiapkan pembudidaya yang kompeten, ujar dia, KKP terus mendorong peningkatan kapasitas SDM, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan bagi pelaku utama kegiatan kelautan dan perikanan seperti Pelatihan Pembesaran Ikan Air Tawar bagi Masyarakat Perikanan di Cilacap, 22-23 Mei 2021.

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, pelatihan diikuti oleh 100 orang peserta yang merupakan pembudidaya ikan di Kabupaten Cilacap. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pelatihan diadakan menggunakan metode blended online atau daring hibrida.

Melalui kegiatan pelatihan, peserta ditujukan untuk dapat menumbuhkembangkan perikanan budidaya di daerahnya secara terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga terbentuk kampung-kampung perikanan yang mengangkat potensi dan keunggulan sektor perikanan dari Kabupaten Cilacap.

"Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun-tahun mendatang produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap. Hal ini didasari oleh supply ikan laut yang terus berkurang sementara demand (permintaan) konsumsi ikan akan terus meningkat,” ucap Sjarief.

Untuk itu, ia menyatakan bahwa pelatihan dilaksanakan agar pembudidaya bisa terus mengasah dan menambah kompetensinya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk mendorong usahanya melalui momentum ini.

Para peserta dibekali dengan berbagai materi yang terstruktur dari hulu ke hilir, yaitu dimulai dengan persiapan wadah dan media penebaran benih, manajemen pakan, manajemen kualitas air, manajemen kesehatan ikan dan udang, dan diakhiri dengan materi pemanenan.

Sjarief juga mengingatkan bahwa Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kabupaten Cilacap masih tergolong rendah, yaitu 26 kg/kapita/tahun. Nilai ini sangat jauh di bawah AKI Provinsi Jawa Tengah dan AKI nasional yang secara berurutan tercatat sebesar 33 kg/kapita/tahun dan 54 kg/kapita/tahun.

"Sangat disayangkan menimbang gizi yang dikandung ikan sangat melimpah dibandingkan dengan daging hewan ternak lainnya," katanya.

Sjarief optimis bahwa pelatihan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan, sejalan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang juga tengah didorong pemerintah.

Baca juga: Papua Muda Inspiratif kembangkan budidaya ikan air tawar di Sentani
Baca juga: Pandemi, KKP dorong sistem minapadi jaga pasokan ikan air tawar
Baca juga: Bima Arya tawarkan kerja sama budidaya ikan air tawar