KKP Lepas 400 Ribu Ekor Benih Lobster Hasil Penyelundupan ke Laut

Dusep Malik, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasliaran 401.408 ekor benih bening lobster di Pantai Marapalam, Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ratusan ribu ekor bayi lobster itu terdiri dari 393.570 benih lobster jenis pasir dan 7.838 ekor benih lobster jenis mutiara.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan pelepasliaran ini atas hasil digagalkannya penyelundupan oleh Polres Tanjung Jabung Barat, belum lama ini. Dan pelepasliaran tersebut dilakukan oleh jajaranya yakni Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

"(Dan) pelepasliaran ini dilaksanakan oleh BKIPM Jambi, Satwas PSDKP Kuala Tungkal, Polres Tanjung Jabung Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, BPSPL Padang, Satwas PSDKP Padang, BKIPM Padang dan Politeknik AUP Padang," kata Trenggono lewat akun twitternya @saktitrenggono, seperti dikutip VIVA, Jumat 22 Januari 2021.

Trenggono mengungkapkan, bahwa pengungkapan penyelundupan ini setelah petugas menemukan puluhan bungkus mencurigakan di kawasan Kuala Betara. Benur tersebut dikemas dalam 2.016 kantong plastik ber-oksigen dan dibagi ke dalam 78 box styrofoam.

"Kala itu, sekira pukul 01.00 WIB Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat dan Polsek Betara menemukan 78 box styrofoam mencurigakan," ujarnya.

Sekadar diketahui, polemik mengenai ekspor benih lobster sempat terjadi ketika transisi kepemimpinan menteri sebelumnya dari Susi Pudjiastuti dengan Edhy Prabowo. Susi menentang kebijakan Edhy yang saat itu karena kebijakan dia sebelumnya melarang dan lebih condong pada program budi daya.

Kedua pejabat itu sama-sama mengklaim, kebijakannya lebih menguntukan nelayan. Belakangan Edhy Prabowo juga tertangkap KPK karena kasus suap.