KKP lepas ekspor 19 ribu ton produk perikanan

·Bacaan 1 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor sektor kelautan dan perikanan sebesar 19.145,3 ton ke 44 negara dalam Program "Indonesia Satu Ekspor" yang merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-22 KKP tahun ini.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa pada "Indonesia Satu Ekspor", produk perikanan akan dikirim ke 44 negara tujuan dan diberangkatkan dari 18 pelabuhan serta 15 bandara.

Ia mengemukakan bahwa produk yang dilepas mencapai 38 jenis komoditas sektor kelautan dan perikanan mulai dari udang, tuna, hingga ikan hias. "Ekspor ini membuktikan bahwa pandemi tidak menghalangi kita untuk terus memberikan pelayanan optimal," ujar Rina.

Rina menambahkan selama periode 19 – 25 Oktober 2021, jajarannya di 46 unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia telah menerbitkan 1.379 Health Certifcate (HC).

Adapun komoditas perikanan yang diekspor tersebut, lanjutnya, berupa ikan konsumsi dan ikan hias yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia.

Ke depan, Rina memastikan jajarannya akan tetap bekerja semaksimal mungkin sekaligus memperkuat sinergitas dengan para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Dia mengutarakan harapannya agar melalui pelayanan optimal seperti penerbitan sertifikat HC, cara karantina ikan yang baik (CKIB) dan aksi jemput bola ke pelaku usaha, ekonomi masyarakat bisa terus bergerak dan bangkit dari situasi pandemi.

"Ekspor merupakan bagian dari upaya percepatan ekonomi nasional. Karenanya, kita akan terus bergerak dan bersinergi dengan para stakeholder untuk menjaga atau bahkan meningkatkan ekspor kita," tutupnya.

Baca juga: KKP: Perbanyak pasar sasaran ekspor untuk komoditas ikan hias
Baca juga: Menteri KKP: Indonesia mampu ekspor perikanan terbesar di dunia
Baca juga: KKP klaim sigap respons terkait penolakan ekspor perikanan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel