KKP optimistis RI jadi pengekspor ikan hias nomor satu dunia

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis Indonesia dapat menjadi negara pengekspor komoditas ikan hias nomor satu dunia, dari posisi saat ini di peringkat keempat setelah Jepang, Singapura, dan Spanyol.

"Bicara soal keyakinan, insya Allah, Indonesia akan menjadi negara pengekspor ikan hias nomor satu di dunia," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan peta jalan guna guna mempercepat pengembangan industri ikan hias secara nasional, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Artati menambahkan dalam RPJMN 2020-2024 juga terdapat strategi pembangunan ikan hias seperti peningkatan produksi dan mutu, perdagangan dan promosi, konservasi spesies dan habitat ikan endemik, keterpaduan data dan informasi, serta sosialisasi dan edukasi publik.

Baca juga: KKP: Bisnis ikan hias bisa jadi solusi beban bonus demografi Indonesia

Ia berpendapat bahwa standar, regulasi teknis, dan penilaian kesesuaian juga berperan penting dalam peningkatan daya saing serta nilai tambah pada pelaksanaan strategi tersebut.

"Kami memiliki peran strategis tak hanya untuk menyiasati peluang pasar baru dan promosi, namun juga untuk lebih memacu dan meningkatkan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia internasional," ujar Artati.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP Machmud memaparkan nilai transaksi ikan hias global secara umum mencapai 6,8 miliar dolar AS pada 2019.

Angka itu, ujar dia, termasuk untuk transaksi sarana pendukung seperti tanaman hias, pakan, akuarium, dan lain sebagainya. Merujuk globenewswire.com, angka tersebut diprediksi akan naik terus menjadi 11,3 miliar dolar AS pada 2025.

"Ini peluang untuk kita meningkatkan ekspor, jadi orang sudah cenderung menikmati ikan hias sebagai upaya menyalurkan hobi dan kesehatan," ujar Machmud.

Ia mengungkapkan berdasarkan penggunaannya, pasar global ikan hias tersegmentasi pada residensial (perumahan) dan komersial.

Segmen perumahan mendominasi pasar global seiring meningkatnya populasi masyarakat yang tinggal di daerah urban. Sebagai contoh, di Inggris terdapat empat juta rumah tangga atau sekitar 14 persen dari total populasi yang memelihara ikan hias.

Ke depan, Machmud mengutarakan harapannya agar segmen komersial juga bisa meningkat seiring peningkatan penggunaan akuarium sebagai dekorasi di hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan kompleks perkantoran.

Berdasarkan data KKP, dalam beberapa tahun terakhir produksi ikan hias nasional terus mengalami peningkatan dari 1,19 miliar ekor pada 2017 menjadi 1,22 miliar ekor pada 2018. Kemudian tumbuh menjadi 1,68 miliar ekor dengan nilai mencapai Rp19,81 triliun pada 2019.

Adapun lima negara utama tujuan ekspor ikan hias Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Kanada, dan Singapura.

Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada periode Januari-Maret 2021 mencapai 9,2 juta dolar AS. Capaian ini menjadi yang paling besar dibanding empat tahun terakhir pada periode yang sama.

Baca juga: Menteri Trenggono resmikan Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Cibinong
Baca juga: Meski pandemi, volume ekspor ikan hias Bandung naik 7,69 persen