KKP pasang sistem peringatan dini generasi baru milik BMKG

Kelik Dewanto

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memasang alat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Dalam konteks mitigasi atau pengurangan risiko bencana, ini sangat bermanfaat dan saya mengapresiasi terobosan BMKG ini," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Digitalkan perikanan, KKP gencar sosialisasi aplikasi Laut Nusantara

Aryo menegaskan sesuai amanat Perpres No 93 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, KKP ditugaskan untuk melakukan mitigasi gelombang tsunami.

"KKP berkomitmen untuk terus melakukan mainstreaming (pengarusutamaan) mitigasi atau pengurangan risiko bencana dalam pembangunan kelautan dan perikanan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) KKP Muhammad Yusuf mengungkapkan WRS NewGen yang dipasang merupakan peralatan milik BMKG yang dititipkan di setiap kementerian/lembaga yang ditunjuk dan disebutkan dalam Perpres No 93 Tahun 2019.

"Alat ini dapat menyajikan informasi secara cepat. Lokasi pemasangannya berada di Direktorat P4K di Gedung Mina Bahari III lantai 8," ungkap Yusuf.

Yusuf menerangkan WRS merupakan alat diseminasi yang memungkinkan berbagai informasi dari komputer BMKG kepada komputer institusi interface.

Berbagai sistem komputer institusi interface yang bisa memperolehnya antara lain untuk pemerintah daerah, lembaga pemerintahan, TNI, Polri, dan media massa.

Setiap institusi interface wajib mendaftarkan IP address kepada BMKG untuk mendapatkan informasi tersebut.

"WRS NewGen diharapkan dapat meningkatkan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sehingga dapat mempercepat respon tanggap bencana dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Menteri Edhy bertemu Kasal, perkokoh penjagaan kekayaan laut nasional
Baca juga: Peneliti tsunami KKP usulkan perluasan sempadan ke arah laut