KKP Perluas Kawasan Konservasi Laut, Lindungi Aset Hingga USD21,5 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas kawasan konservasi menjadi 30 persen dari total wilayah laut. Kalkulasi aset laut yang terlindungi dari perluasan ini berkisar USD21,5 Miliar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Victor Gustaaf Manoppo mengatakan, manfaat ekspansi perlindungan kawasan laut juga akan menambah karbon biru Indonesia sekitar 188 juta ton karbon.

Untuk itu, Victor mengajak seluruh pihak untuk bermitra terhadap langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memperluas kawasan konservasi melalui skema blended finance. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk fasilitas hibah dan obligasi biru dalam implementasi ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.

"Investasi melalui kerjasama dan kemitraan di kawasan konservasi akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendanaannya diperuntukkan bagi pengembangan dan penggunaan operasional teknologi pemantauan laut," ujar Victor di sela-sela rangkaian G20 di Bali, dikutip pada Kamis (17/11).

Nantinya, kerja sama ini akan melibatkan masyarakat lokal dalam mengelola kawasan konservasi di 6 zona penangkapan ikan berbasis kuota. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan 5 program prioritas KKP yang mendukung ekonomi biru.

Pertama, ialah perluasan konservasi laut. Kedua, penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Ketiga, pengelolaan budidaya laut, pesisir dan pedalaman. Keempat, pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta kelima, pengelolaan sampah plastik di laut. [azz]