KKP populerkan budidaya kerang abalon

Budi Suyanto
·Bacaan 1 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mempopulerkan budidaya kerang abalon yang ke depannya juga berpotensi menjadi salah satu andalan komoditas ekspor dari sektor kelautan dan perikanan.

"Kerang abalon merupakan komoditas yang relatif masih baru dan belum banyak dibudidayakan di Indonesia," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, Senin.

Untuk itu, KKP terus melakukan pengembangan inovasi teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi abalon.

Saat ini, lanjutnya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPUI2K) Karangasem Bali telah berhasil dalam teknik pembenihan dan pengembangan teknologi budidaya kerang abalon.

Baca juga: KKP tebar 5.000 kerang abalon hasil budidaya di Bali

"Gastropoda laut bernama latin Haliotis sp ini akan mampu memberikan peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir, tidak hanya untuk dimakan atau dijual di pasar lokal, namun juga diekspor ke beberapa negara seperti Asia, Eropa dan Amerika Serikat," papar Slamet.

Selain itu, ujar dia, pengembangan budidaya abalon masih sangat potensial dilakukan di Indonesia mengingat perairan laut di kawasan perairan nasional masih sangat luas dan cocok kondisinya.

Ia juga menyatakan, budidaya abalon dapat memberikan alternatif atau tambahan penghasilan bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak positif secara ekologi.

"Dengan budidaya, tidak terjadi lagi eksploitasi sumberdaya abalon di alam," ujar Slamet.

Baca juga: KKP kembangkan benih kerang abalone bernilai ekonomi tinggi

Menurut dia, dalam pengembangan budidaya abalon perlu diperhatikan kelayakan lokasi untuk budidayanya berdasarkan kondisi fisik perairan, kondisi kimia dan akses ke lokasi budidaya.

Untuk itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP menekankan bahwa perairan harus bebas dari pencemaran, buangan industri, limbah pertanian ataupun limbah rumah tangga.

Slamet yakin budidaya kerang abalon dapat meningkatan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya pembudidaya dan nelayan.

"Budidaya abalon dapat dilakukan dengan sistem karamba jaring apung, jaring tancap, atau menggunakan keranjang-keranjang plastik yang telah diberi shelter atau bahan pelindung," katanya.