KKP rancang peta jalan sektor kelautan dan perikanan 25 tahun ke depan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merancang pondasi yang kuat untuk menjadi arah peta jalan kebijakan sektor kelautan dan perikanan nasional hingga 25 tahun ke depan.

"Kami ini merancang pondasi atau roadmap sektor kelautan dan perikanan hingga 25 tahun ke depan. Tentunya untuk peningkatan ekonomi, untuk kesejahteraan masyarakat dan juga keberlanjutan ekosistem itu sendiri," ujar Menteri Trenggono saat berdialog dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) secara virtual di Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Trenggono memaparkan tiga program terobosan KKP hingga 2024 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan tiga program terobosan yang dimaksud adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap menjadi Rp12 triliun dan peningkatan kesejahteraan nelayan; pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan; serta pembangunan kampung-kampung perikanan air tawar, payau, dan laut barbasis kearifan lokal.

Baca juga: Luhut siapkan rekomendasi kebijakan sektor kelautan hadapi COVID-19

"Tiga program terobosan dibuat berdasarkan data dan kajian mendalam bersama para ahli di KKP. Beberapa data yang menjadi referensi di antaranya data nilai produksi perikanan tangkap dalam kurun waktu lima tahun ke belakang, data pasar perikanan dunia, hingga data produksi perikanan budidaya secara global dan domestik," katanya.

Melalui tiga program terobosan Menteri Trenggono optimistis sektor kelautan dan perikanan yang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem perikanan di Indonesia.

Mengenai pengembangan perikanan budi daya yang merupakan bagian dari program terobosan, ada tiga komoditas yang akan ditingkatkan produktivitasnya, yakni udang, lobster, dan rumput laut. Implementasi program yang sudah dirancang berupa pembangunan shrimp estate, kampung lobster, dan juga kampung rumput laut.

KKP menargetkan udang, lobster dan rumput laut Indonesia ke depannya mampu menguasai pasar dunia. "Jadi ke depan, orang-orang di luar sana kalau mau tahu tentang lobster, datang ke Indonesia. Kalau mau tentang udang, datang ke Indonesia," ungkap Menteri Trenggono.

Baca juga: Kebijakan sektor kelautan jangan berdasarkan ekonomi jangka pendek

Untuk mendorong peningkatan produktivitas perikanan budi daya di Indonesia, KKP turut mengedepankan penggunaan teknologi dan hasil riset. Sebab tidak hanya volume yang ditargetkan naik tapi juga kualitas produk yang dihasilkan.

Sementara itu Ketua Watimpres Wiranto mengapresiasi langkah strategis yang sudah disusun oleh KKP di bawah kepemimpinan Menteri Trenggono.

Sejumlah masukan yang diterima dari KKP beragam, antara lain mengenai akses permodalan usaha perikanan, penyediaan bahan baku ikan untuk industri, pelatihan bidang perikanan untuk masyarakat pesisir, hingga membangun eksosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Baca juga: Kebijakan pengelolaan laut dan perikanan harus berbasis data ilmiah