KKP rehabilitasi 8,7 hektare kawasan mangrove di Pasuruan Jatim

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merehabilitasi sebanyak 8,7 hektare kawasan mangrove yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur, dalam rangka merawat ekosistem mangrove yang bermanfaat bagi ketahanan pangan dan pelindung pesisir.

"KKP telah melaksanakan penanaman pada area seluas 8,7 hektare di Desa Semare dan Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan," kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Tb Haeru Rahayu menyatakan, program penanaman mangrove tersebut sebagai bagian dari program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM).

Menurut dia, upaya rehabilitasi kawasan di sejumlah wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil ini sejalan dengan arahan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono yang menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai program rutin kementerian.

Ia mengemukakan bahwa tujuan dari program tersebut selain sebagai kegiatan ekonomi, juga untuk menjaga dan memperbaiki ekosistem pesisir dari kerusakan.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengungkapkan penanaman mangrove di Kabupaten Pasuruan menggunakan 43.500 batang bibit Rhizopora mucronata yang mampu menyerap 100 orang tenaga kerja selama 8 hari dan 515 hari orang kerja (HOK) penanaman.

"Pascapenanaman ini, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Damai Lestari dan masyarakat setempat berkomitmen untuk menjaga, merawat serta mengelola bibit mangrove yang sudah ditanam," ujar Yusuf.

Pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukan yang baru, ujar dia, mengakibatkan sebagian besar wilayah pesisir dan laut saat ini berada dalam kondisi terdegradasi.

Ia memaparkan berbagai aktivitas di wilayah darat maupun laut juga turut menyebabkan menurunnya kondisi ekosistem mangrove. Salah satu upaya pemerintah bersama masyarakat adalah melakukan rehabilitasi.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2019, total luas mangrove Indonesia mencapai 3.311.207,45 hektare, dengan kondisi baik seluas 2.673.583,14 hektare (80,74 persen) dan luas yang rusak seluas 637.624,31 juta hektare (19,26 persen).

Kondisi ekosistem mangrove yang kritis berada di dalam kawasan hutan seluas 460 ribu hektare (72,18 persen) dan 177 ribu hektare berada di luar kawasan hutan (27,82 persen). Hutan mangrove di luar kawasan hutan inilah yang saat ini menjadi fokus KKP untuk melakukan rehabilitasi.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Program Padat Karya Penanaman Mangrove dilaksanakan sejak September 2020 dengan target penanaman mangrove seluas 15.000 hektare.

Sejalan dengan arahan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai prioritas KKP yang sudah dilaksanakan sejak 2020. Target RPJMN KKP untuk penanaman mangrove seluas 1.800 hektare, di mana KKP sudah melaksanakan penanaman mangrove sejumlah 449 hektare pada 2020.

Baca juga: BRGM: Masyarakat penerima manfaat langsung rehabilitasi mangrove
Baca juga: Membangun kembali eco-wisata mangrove di Bali
Baca juga: Yayasan KAN: Alih fungsi lahan rusak hutan mangrove