KKP siapkan protokol normal baru pariwisata berkelanjutan Raja Ampat

Nusarina Yuliastuti

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan protokol normal baru untuk pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat, Papua Barat, dalam rangka memasuki fase pascapenerapan pembatasan sosial berskala besar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Aryo Hanggono di Jakarta, Senin, mengingatkan bahwa Kabupaten Raja Ampat sejak awal diperkenalkan kepada masyarakat internasional sebagai destinasi pariwisata ekologis yang tidak menerapkan turisme massal.

"Kabupaten Raja Ampat telah menerapkan pariwisata berkelanjutan dengan adanya dokumen daya dukung kegiatan pariwisata pada setiap spot wisata, code of conduct pariwisata, Raja Ampat mooring system, program mengurangi sampah plastik, Sasi Laut dan pengelolaan biota eksotik pari manta, sehingga penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dengan kegiatan ekologi konservasi alam, budaya serta sosial dalam pelaksanaan new normal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat," jelas Aryo.

Baca juga: 184 pemandu wisata Raja Ampat kehilangan pekerjaan

Aryo menambahkan bahwa upaya konservasi bertujuan untuk mendukung pariwisata dan kegiatan pariwisata berfungsi sebagai mekanisme pendanaan berkelanjutan dari kegiatan konservasi itu sendiri.

Dengan demikian, lanjutnya, keseimbangan antar-elemen sekiranya juga dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan normal baru di Kabupaten Raja Ampat.

Penyiapan protokol normal baru pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat itu dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Baca juga: 12 sembuh, pasien COVID-19 Raja Ampat tersisa empat

Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji menyampaikan dalam menghadapi pariwisata normal baru akan disusun jadwal kegiatan pariwisata normal baru yang akan dibuka pada Desember 2020.

Pedoman umum pariwisata normal baru antara lain berupa pembuatan pedoman normal baru, pembuatan sistem satu pintu untuk pariwisata Raja Ampat, pengecekan wisatawan pada pintu masuk bandara/pelabuhan dan digitalisasi sistem reservasi.

Selain itu juga akan dilakukan penguatan sarana prasarana kesehatan untuk mendukung kegiatan pariwisata new normal dengan pengembangan sentra kesehatan di tingkat distrik, penguatan puskesmas terpadu yang berada di dalam kawasan serta penyiapan SDM medis dan paramedis yang berkualitas.

Ikram menjelaskan, prinsip utama normal baru pariwisata dalam kawasan konservasi perairan adalah menjamin terlaksananya aktivitas wisata dengan prinsip 4K yaitu Kesehatan, Keselamatan, Kenyamanan dan Kepuasan.

"Protokol kesehatan new normal harus diterapkan secara terpadu dan konsisten oleh semua stakeholder. BKKPN Kupang telah membuat protokol new normal pariwisata alam perairan kawasan konservasi perairan nasional yang dapat menjadi masukan dalam pembuatan protokol pariwisata new normal di Raja Ampat," jelas Ikram.

Raja Ampat perlu fokus pada pariwisata terbatas yang mengutamakan masyarakat lokal sebagai penerima keuntungan dari kegiatan pariwisata dan mengedepankan pariwisata yang tidak merusak alam/budaya warisan masyarakat Papua.