KKP: Smart Fisheries Village padukan pertumbuhan ekonomi-lingkungan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, program Smart Fisheries Village atau Kampung Perikanan Cerdas akan berbasis kepada teknologi kekinian yang memadukan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Kepala Balai Riset dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP I Nyoman Radiarta dalam acara Bincang Bahari di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan, pihaknya harus menggunakan basis teknologi dalam memanfaatkan beragam potensi yang ada.

"Berdasarkan potensi yang dimiliki,kemudian kami berpikir bagaimana kita mengkoneksikan antara program peningkatan produktivitas perikanan budi daya dengan berbasis teknologi. kami memunculkan satu program Smart Fisheries Village atau Kampung Perikanan Cerdas,” kata Nyoman.

Nyoman menambahkan untuk merealisasikan program tersebut, BRSDM KP melakukan tahapan mulai dari pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.

Hal ini dilakukan, lanjutnya, agar nanti tim penyuluh yang tersebar di seluruh Indonesia dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang program Kampung Perikanan Cerdas bersama program terobosan KKP lainnya.

“Para penyuluh yang jumlahnya mencapai 6.498 orang tersebut tersebar di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti tiga program terobosan KKP yaitu perikanan tangkap terukur, budi daya untuk peningkatan ekspor dan terakhir kampung budi daya berbasis kearifan lokal,” katanya.

Selain itu, ujar dia, BRSDM juga bekerjasama dengan Telkom dan XL dalam hal penyiapan sinergi Desa digital yang telah dikembangkan di beberapa lokasi melalui inovasi yang di miliki. BRSDN KP turut bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam melakukan pelatihan dan pengembangan wisata di desa.

Tribe Leader Aquaculture & Fisheries Telkom Indonesia Ahmad Rosadi Djakarsih menyampaikan bahwa sebagai operator, pihaknya selalu siap dalam mengembangkan konsep kampung perikanan yang sudah dilaksanakan mulai tahun 2021 tersebut.

"Telkom mulai mencoba membuat solusi untuk ekosistem perikanan baik itu untuk ikan budidaya maupun untuk ikan kakap. Mulai dari penyediaan benih untuk budidaya, terus kalau untuk ikan Tangkap ya penyedia sarana supaya mereka bisa berlayar kemudian proses produksinya mesin penangkapannya," katanya.

Djakarsi menambahkan bahwa Telkom tidak hanya mencari solusi terkait digitalisasi, namun turut serta dalam mencari solusi terhadap sejumlah permasalahan seperti terkait penyediaan benih.

Perwakilan PT XL Axiata, Tbk Tjetjep Witjahjono menyampaikan dukungan perusahaan telekomunikasi tersebut terhadap program Smart Fisheries Village.
Menurut dia, konsep desa digital nusantara yang telah dikembangkan PT XL Axiata, Tbk merupakan bentuk dukungan perusahaan agar teknologi bisa diadopsi di desa-desa kecil, sebab desa-desa tersebut yang menjadi tulang punggung pembangunan indonesia.

Ia memaparkan, beberapa inovasi aplikasi PT XL Axiata, Tbk telah diciptakan untuk menunjang kegiatan usaha nelayan, seperti aplikasi Sisternet yang hadir untuk mewadahi istri-istri nelayan dan berwirausaha, serta aplikasi Laut Nusantara untuk mendukung kegiatan melaut seperti meningkatkan pendapatan nelayan serta meminimalkan risiko saat melaut.

Baca juga: Wamendes: Peran nelayan penting perkuat pangan dan ekonomi desa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel