Klaim Barang Bukti Sabu Utuh, Kubu Teddy Minahasa Minta Kejari Bukit Tinggi Diperiksa

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa mengubah seluruh Berita Acara Pemeriksaan (BAP) usai barang bukti narkoba seberat lima kilogram ternyata masih utuh di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Kuasa Hukum Teddy, Hotman Paris Hutapea meminta polisi memanggil pihak Kejari Bukti Tinggi untuk dimintai keterangan soal barang bukti lima kilogram yang diklaimnya berada di jaksa tersebut.

"Saya minta kepada Kejari agam dan Kejari Bukit Tinggi harus dipanggil sebagai saksi. Benar apa tidak lima kilogram barang bukti sabu ini masih utuh di sana," kata Hotman saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/11).

Teddy juga mengubah seluruh Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi. Menurut Hotman, kliennya juga mencabut BAP untuk tersangka Doddy dan Linda.

"Teddy Minahasa dalam BAP-nya menyatakan mencabut seluruh BAP sebagai tersangka baik BAP pertama dan kedua dan juga cabut BAP yang pernah diberikan sebagai saksi tersangka Doddy dan tersangka Linda," ujar dia.

Kubu Teddy Minahasa Duga Barang Bukti Sabu Dijual Doddy dan Linda

Adapun barang bukti narkoba sebelumnya total 41,4 kilogram. Namun ketika ditimbang di pegadaian, seberat 1,9 kilogram dinyatakan hilang dan tersisa 39,5 kilogram. Dari sisa tersebut, semua barang bukti dipegang oleh Doddy.

Teddy sempat menyampaikan ke Doddy untuk menyisihkan 5 kilogram sebagai barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bukit Tinggi. Sedangkan sisanya telah dimusnahkan polisi di hadapan kejaksaan dan awak media. Selama sisa barang bukti disimpan oleh AKBP Doddy, Teddy menduga barang bukti itu telah diedarkan Linda dan tersangka lainnya.

"Artinya barang bukti yang ditemukan di rumah Doddy, di rumah Linda dan yang sudah beredar tidak ada kaitannya sama sekali dengan Teddy Minahasa," kata Hotman.

Kendati begitu, untuk barang yang 1,9 kilogram yang telah hilang Hotman mengira sudah di edarkan di Jakarta. Namun untuk pelakunya, Hotman tidak menyebutkan pasti siapa orangnya.

"Diduga barang yang beredar yang sudah dibagi-bagi katanya sudah dijual itu diduga berasal dari 1,9," tuturnya.

A.

[gil]