Klaim Ivermectin Manjur Obati COVID-19, Ahli: Sudah Banyak Bukti

·Bacaan 2 menit

VIVAIvermectin yang baru-baru ini ramai dibicarakan sebagai obat untuk pasien virus corona atau COVID-19, telah digunakan di seluruh dunia selama 40 tahun. Selain itu, obat tersebut juga diklaim telah digunakan oleh lebih dari 4 miliar manusia sebagai obat anti-parasitik.

Pada 2012, hasil penelitian menemukan bahwa ivermectin mampu menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV, dan lain-lain. Hingga pada 2015, penemuan ivermectin mendapat Nobel Prize.

Frontline COVID-19 sekaligus Chief Medical Officer Critical Care Alliance (FLCCC), Dr. Pierre Kory, mengatakan, ivermectin juga disebut menjadi salah satu obat yang masuk dalam daftar obat esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Belum ada manusia yang tercatat meninggal karena mengonsumsi obat ivermectin. Maka sejarah dan tingkat keamanan ivermectin dinilai sangat bagus oleh Frontline COVID-19 FLCCC," ujarnya saat Press Conference Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara, yang digelar Harsen Laboratories dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) secara virtual, Senin 28 Juni 2021.

Dr Korry menyebut, dalam hal penanganan COVID-19, ivermectin sendiri telah digunakan di 33 negara, melalui 60 uji klinis dan melibatkan lebih dari 549 ilmuwan, serta 18,931 pasien dari berbagai negara.

"Hasilnya luar biasa membuktikan bahwa ivermectin sangat efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit COVID-19," tandas dia.

Sebagai obat pencegahan atau profilaksis, Kory memaparkan, ivermectin efektif melawan COVID-19 rata-rata sebesar 85 persen, sebagai pengobatan dini 76 persen, dan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70 persen.

"Di penelitian terbaru, hasil menunjukan ivermectin dapat menghalangi perkembangan varian baru COVID-19, seperti varian asal Inggris, Vietnam dan India," kata dia.

Obat melawan COVID-19

Lebih lanjut, Kory menyampaikan, bukti nyata dari segi kuantitatif maupun kualitatif yang menunjukan kemanjuran ivermectin sebagai obat melawan COVID-19 sangat luar biasa.

"Kami sudah memiliki data yang sangat banyak. Sudah tidak bisa lagi menyangkal dan beralasan untuk menunggu penelitian-penelitian dari negara berpenghasilan tinggi. Saatnya sekarang untuk dunia menggunakan ivermectin secara massal demi segera mengatasi pandemi COVID-19," kata dia.

Pierre Kory mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, terkait penggunaan ivermectin untuk mengobati pasien COVID-19 di Indonesia.

"Dalam surat ini kami telah menjelaskan singkat tentang FLCCC dan ivermectin. Kami juga menyampaikan imbauan kami untuk pemerintah Indonesia segera menggunakan ivermectin untuk menyelamatkan rakyatnya dari COVID-19," tutur Dr Pierre Kory.

Hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum menyetujui penggunaan ivermectin sebagai obat bagi pasien COVID-19. BPOM menyebut, khasiat ivermectin untuk pengobatan pasien COVID-19 masih perlu dibuktikan melalui uji klinik.

Sementara itu, Juru Bicara COVID-19 untuk Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyampaikan, sejauh ini obat ivermectin ditujukan hanya sebagai terapi COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel