Klaim Laporan Diterima, Ini yang Diadukan Nikita Mirzani ke Propam Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah menerima laporan yang dilayangkan artis Nikita Mirzani terkait beredarnya surat penetapan tersangka dan upaya penjemputan yang dilakukan Penyidik Polres Serang Kota. Demikian disampaikan kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid.

"Nikita Mirzani hari ini tanggal 22 Juni sudah membuat surat pengaduan ke propam ini yang diterima oleh Bapak Agus Mulyana yang pada intinya ada dugaan. Jadi Niki minta perlindungan hukum dan keadilan adanya dugaan kriminalisasi dan ketidakprofesionalan," kata Fahmi kepada wartawan, Rabu (22/6).

Fahmi menjelaskan jika pihaknya telah menyerahkan bukti setebal sembilan halaman berkaitan kasus hukum yang dialaminya, termasuk dengan beberapa bukti unggahan yang telah diposting kliennya berkaitan dugaan kriminalisasi.

"Jadi kalau apa yang menjadi permasalahan sebetulnya berawal dari postingan Niki, ada postingan Niki di salah satu instagramnya ada kalimat, saya tidak akan buka semua supaya tidak menimbulkan masalah baru," katanya.

"Yang jelas ada kalimat ini terhadap foto seseorang. 'Abang propam jangan mau percaya omongan yang ngomong banyak juga menipu atau PHP kepada para senior'. Ini adalah imbauan Nikita Mirzani kepada propam," tambah dia.

Namun, lanjut Fahmi, atas unggahan tersebut malah membuat pelapor dalam hal ini Dito Mahendra merasa tersinggung dan melaporkan itu ke Polres Serang Kota atas dasar dugaan pencemaran nama baik.

"Ada seseorang yang berinisial DM. Yang melaporkan di Polresta Serang Kota, seperti itu lah, ada foto, memang ada foto seseorang tapi saya tidak akan buka fotonya. Yang jelas ini adalah imbauan Niki yang diposting di Instagram Story," katanya.

Menurutnya, unggahan yang dipublish Nikita terkait kejadian penganiayaan atau pemukulan terhadap sekuriti dengan mengaitkan ke Div Propam sebagai imbauan. Namun, itu malah dijadikan dasar yang menjadi masalah berujung pada penjemputan dirinya, Rabu (15/6) lalu.

"Dan seperti itu lah, dan sehingga timbul permasalahan pada tanggal 15 tiba-tiba datang di rumahnya Niki jam 3 pagi, ya itu lah kita laporkan semua permasalahannya dan Niki minta keadilan," tuturnya.

Kronologi Versi Nikita

Pada kesempatan itu, Nikita juga membeberkan kronologi yang membuat dirinya harus berhadapan dengan hukum. Diawali pada 16 Mei 2022 dirinya dilaporkan Dito Mahendra. Kemudian pada 27 Mei dirinya mendapat surat pemanggilan untuk selanjutnya 31 Mei diminta klarifikasi.

"Terus tanggal 31 Mei datang lagi surat buat datang ke Polres Serang, tanggal 3 Juni untuk klarifikasi. Tiba-tiba tanggal 4 Juni ini sudah SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan)," kata Nikita Mirzani.

Dia pun merasa heran dengan diterbitkannya SPDP, karena pihak kepolisian belum menemukan antara terlapor dengan pihak pelapor. Lantas, pada 9 Juni keluar surat pemanggilan pertama berlanjut sampai 13 Juni pemanggilan sebagai saksi.

"Cuma tanggal 16 Juni ada kesebar surat. Musuh saya yang sudah diposting duluan. Itu tanggal 13 juni katanya sebagai tsk alias tersangka gitu kan," bebernya.

"Padahal kan proses ini saya tuh belum datang sama sekali gitu. Karena biasanya, kalau kita tidak datang pertama itu akan ada pemanggilan lagi, akan ada pemanggilan lagi, ini enggak. Ini langsung. Kayaknya tuh semua serba cepet gitu," tambahnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel