Klaim Ngemil Bikin Gemuk Ternyata Hanyalah Mitos Belaka?

DREAMERS.ID - Ngemil kerap kali dijadikan alasan seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, Ardy Brian Lizuardi selaku Master of Science in Nutrician and Health Wageningen University, di Belanda mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah mitos.

“Itu mitos, tapi, sebenarnya tergantung apa yang Anda cemil. Pada dasarnya, cemilan sehat justru dapat bermanfaat untuk tambahan energi di sela waktu makan dan menekan rasa lapar agar tak makan berlebihan saat makan besar”, ucapnya saat Nutriclasss Myths or Facts: Nutrition, dikutip dari CNN.

Ardy juga mengatakan bahwa sebenarnya ngemil merupakan jeda makan. Camilan yang dimakan di sela sarapan dan makan siang dapat mengisi volume lambung dan membantu mengurangi asupan kalori, sehingga porsi makan akan lebih sedikit.

Ardy menambahkan ada sebuah peneliatian yang membandingkan dua kelompok orang yang ngemil dan tidak ngemil. Hasilnya orang yang ngemil, menyantap makanan lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang tidak ngemil.

Namun, kamu juga dapat mengalami kenaikan berat badan jika kamu mengonsumsi camilan yang tidak sehat atau makanan yang memiliki kalori yang tinggi, seperti gorengan, keripik, kentang goreng, hingga makanan yang mengandung banyak gula.

Ardy mengungkapkan bahwa sebungkus keripik kentang memiliki nilai kalori yang sama dengan sepiring nasi uduk yang dimakan saat sarapan. Sehingga pada saat makan siang, kalori yang kamu konsumsi menjadi berlebihan. Karena hal ini Ardy menyarankan untuk memilih camilan yang sehat.

“Pilih camilan yang tinggi serat, rendah gula ,dan lemak, rendah kalori. Selain itu porsinya juga harus dikontrol. Paling aman adalah makan camilan sayur dan buah. Misalnya 1 buah tomat sebagai camilan”, saran Ardy.

Berita Lainnya :

Leaf Mask N99, Masker Transparan yang Bikin Pengguna Lebih Mudah Nafas

Perempuan Disarankan Periksa Gangguan Cemas Sejak Usia 13 Tahun, Ini Alasannya