Klaim Pelihara Babi 100 Hari Lalu Memakannya, YouTuber Jepang Ini Picu Kontroversi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang YouTuber Jepang memicu kontroversi setelah ia mengklaim memasak dan memakan anak babi yang dirawatnya selama 100 hari. Kegiatan memelihara dan memakan anak babi ini ditayangkan pada akun YouTube pribadinya.

Dilansir dari Oddity Central, Selasa (21/9/21), diketahui pria Jepang itu memberi nama akunnya dengan "Eating Pig After 100 Days" pada bulan Mei tahun ini. Konten yang cukup menarik tersebut berhasil mendapatkan 100.000 pengikut di YouTube.

Tetapi hanya sedikit pengikutnya yang benar-benar percaya mengenai konten memakan anak babi yang telah dipeliharanya. Dikarenakan, selama tiga setengah bulan terakhir ia mengunggah video dirinya memperlakukan anak babi sebagai hewan peliharaan seperti, bermain dengannya, memandikannya, memberi makan, dan bahkan membiarkan tertidur di lengannya.

Namun, setelah 100 hari, pengikut akun pria Jepang ini disuguhi video yang mengejutkan dan mengganggu. Berisi rekaman pria Jepang itu membawa anak babi kemudian kembali dengan membawa kotak kardus berisi bangkai hewan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Memasak dan Memakan Babi yang Telah Dipelihara

Ilustrasi Babi (Matthieu Petiard/Unsplash)
Ilustrasi Babi (Matthieu Petiard/Unsplash)

Tidak hanya itu, pria ini terlihat menyiapkan daging sebelum memanggangnya di luar ruangan dan akhirnya memakannya. Kemudian ia menyalakan lilin di kandang logam anak babi, untuk mengenangnya dan menunjukkan video klip yang menggembirakan dan menggemaskan.

Setelah video kontroversial tersebut tayang, akun Youtube "Eating Pig After 100 Days" mendapatkan komentar negatif. Para pengikutnya meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan terhadapnya karena sudah melakukan kekejaman terhadap hewan.

Video Kontroversial itu mendapat lebih dari 3,4 juta penonton.

Sehari setelah video kontroversial tayang, pemilik akun mengunggah video bahwa anak babi itu masih hidup dan sehat.Dia menjelaskan bahwa aksinya tersebut untuk membuat orang lebih memikirkan nasib hewan yang biasa kita gunakan sebagai makanan.

Namun, kontroversi tidak berakhir di sana.

Masih ada beberapa orang yang menuduh pemilik akun "Eating Pig After 100 Days" mengganti anak babi dengan yang lain, sebagai cara untuk menyelamatkan muka. Sejumlah orang mengecam pembuat video karena cara mereka yang "tidak bermoral" untuk menarik perhatian.

Gagasan memelihara hewan sebagai hewan peliharaan dan menyayangi mereka sebelum memakannya sebenarnya adalah bagian dari kurikulum di beberapa sekolah. Ini digunakan sebagai cara yang menyakitkan untuk mengajari siswa nilai makanan yang mereka makan. Ini disebut "Class of Life".

Penulis : Alicia Salsabila

Infografis 5 Strategi Pengendalian Covid-19 Saat Berubah Jadi Endemi

Infografis 5 Strategi Pengendalian Covid-19 Saat Berubah Jadi Endemi. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 5 Strategi Pengendalian Covid-19 Saat Berubah Jadi Endemi. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel