Klaim Pencegahan Banjir Baik, Wagub DKI: Lihat Debit Hujan, Jakarta Bisa Seperti Tahun Lalu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya pencegahan banjir jelang musim hujan, salah satunya dengan pembuatan kolam olakan air.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pembuatan kolam olakan menjadi langkah konkret dalam mengatasi banjir di ibu kota.

"Upaya yang kita lakukan di antaranya membuat olakan seperti yang kita lihat hari ini di Kelapa Gading, dan hampir di seluruh wilayah Jakarta. Di mana ada genangan air di jalan, kita kurangi, di antaranya dengan cara membuat olakan-olakan dengan kita tampung seperti ini," ujar Riza Patria di Kelapa Gading, Rabu (27/1/2021).

Pria yang akrab disapa Ariza ini mengungkapkan, ada 11 kolam olakan yang dibuat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kolam tersebut berfungsi untuk menampung air hujan untuk disalurkan ke sungai dan bermuara ke laut.

Ariza mengklaim, sejauh ini berbagai upaya pencegahan banjir telah membuahkan hasil yang baik. Buktinya, pada musim hujan awal 2021 ini, Jakarta tidak banjir seperti tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah sampai hari ini kita masih bersyukur bisa mengendalikan banjir, yang seharusnya melihat dari debit curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu ini di Jakarta sudah banjir sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, karena berbagai upaya memberikan hasil yang cukup baik," terangnya.

Grebek Lumpur

Petugas menggunakan alat berat untuk mengeruk lumpur di kawasan Setu Babakan, Jakarta, Rabu (21/10/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program pengerukan lumpur kali, sungai, atau waduk di Jakarta akan dilakukan hingga akhir tahun 2020. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Petugas menggunakan alat berat untuk mengeruk lumpur di kawasan Setu Babakan, Jakarta, Rabu (21/10/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program pengerukan lumpur kali, sungai, atau waduk di Jakarta akan dilakukan hingga akhir tahun 2020. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Saat ini, Ariza menyebut Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan Grebek Lumpur atau peningkatkan intensitas pengerukan lumpur guna meningkatkan daya tampung sungai, waduk, situ atau embung dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur secara massal.

“Ke depan kita akan tingkatkan lagi yang sehari 8 jam menjadi 16 jam. Mudah-mudah dengan demikian kita bisa memiliki kemampuan daya tampung lebih tinggi,"tandasnya

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: