Klarifikasi Adik Gabriel Prince, Philipus Royce setelah Pernyataan Ambigunya di TV Viral

Fimela.com, Jakarta Gen good looking yang dimiliki Gabriel Prince ternyata juga menular ke adiknya. Belum lama ini Prince diundang ke acara TV dan memperkenalkan sang adik yang bernama Philipus Royce.

Dipandu Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting, mereka membahas tentang privilege yang didapat sebagai orang yang good looking. Host pun penasaran apakah kakak-adik ini pernah ditolak perempuan selama ini.

Gabriel Prince dan Philipus mengaku tak pernah ditolak. Bahkan Philipus membuat pernyataan yang sempat memicu perdebatan di media sosial. "I don't go for girls," kata Philipus kepada para host.

BACA JUGA

Ingin Temukan yang Cocok, Gabriel Prince Tak Takut Cari Kenalan via Online

Adu Gaya Triple Kill Angga Yunanda, Refal Hady, dan Gabriel Prince di New York

Orientasi Dipertanyakan

Philipus Royce adik Gabriel Prince (Foto: Instagram royce.va)
Philipus Royce adik Gabriel Prince (Foto: Instagram royce.va)

Dalam waktu singkat, cuplikan video tersebut viral di media sosial. Banyak yang berasumsi terkait pernyataan Philipus Royce yang tidak mengejar perempuan.

Para netizen, terutama di Twitter mempertanyakan penggunaan kata 'go' ketimbang 'chase'. Karenanya mereka mengira adik Gabriel Prince ini tak menyukai perempuan.

Apalagi reaksi Prince di tayangan yang tampak terkejut memperkuat hipotesa mereka. Prince seperti kaget mendengar jawaban sang adik, dan menggalinya lebih dalam sebelum dihentikan Ayu Ting Ting dengan gimmick-nya.

Klarifikasi

Philipus Royce adik Gabriel Prince bantah dirinya gay (Foto: Instagram royce.va)
Philipus Royce adik Gabriel Prince bantah dirinya gay (Foto: Instagram royce.va)

Mendengar ramainya medsos yagn membicarakan tentang orientasinya, Phillipus Royce akhirnya buka suara sebagai klarifikasi.

Ia mengunggah postingan di Instagram Stories-nya (5/1/2023) yang mengatakan ia bukan pecinta sesama jenis. "Guys, I'm straight," tulisnya sambil mengunggah foto mirror selfie.

Unggahan tersebut mematahkan beberapa teori netter yang masih ramai. Sementara beberapa netter yang merasa sedari awal ini hanya masalah diksi, semakin santai karena sudah ada klarifikasi langsung.