Klarifikasi Atta Halilintar Soal 'Pabrik Anak'

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAAtta Halilintar sempat menuai kritik pedas dari publik beberapa waktu lalu karena kontroversinya. Kala itu Atta menuai kritik lantaran ingin memiliki 15 anak dari Aurel Hermansyah.

Lantaran keinginan itu, tidak sedikit dari publik yang menuding Atta menganggap Aurel Hermansyah sebagai pabrik anak. Terkait hal itu, Atta angkat bicara.

Baca: Atta Halilintar Bantah Jadikan Aurel Hermansyah Pabrik Anak

Dalam konten video channel YouTube Maia Estianty, Atta menjelaskan bahwa dia tidak memaksa sang istri untuk memiliki anak banyak.

"Sebenernya aku kan lahir dari keluarga anak banyak dan di acara aku sendiri aku bilang kalau ditanya mau punya anak berapa anak 15 sambil ketawa,” ungkap Atta Halilintar.

“Karena aku bilang terkhirnya diclosingnya aku bilang tapi semua tergantung istri, sesehatnya istri aku kalau mampunya dikasihnya Allah berapa ya kita harus bersyukur ga memaksa dan aku itu cuman lelucon aja 15 serunya kayaknya," lanjutnya.

Atta bercerita bahwa keinginannya memiliki 15 anak dari Aurel lantaran berkaca pada kedua orang tuanya yang memiliki 11 anak. Yang saat ini dikenal publik sebagai Gen Halilintar.

"Kalau mamah ku kan sendiri 11 kali normal dan itu dia bukan berarti mama ku dipaksa papaku. Dia bahagia banget punya anak banyak. Waktu itu mamaku bilang mau punya anak 13 mamahku awalnya ga suka punya anak banyak tapi tiba-tiba seneng sama anak-anak," jelas Atta.

Atta juga membantah bahwa dia memaksa Aurel untuk memiliki anak banyak. Dijelaskan Atta bahwa sang istri, Aurel juga ingin memiliki keinginan untuk memiliki anak banyak sama sepertinya.

"Dianya juga mau anak banyak kembar, orang bilang atta maunya anak kembar kembar loh istriku maunya anak kembar aku dari kecil mau punya anak atau adik kembar," ujar Atta.

Namun Atta kembali menegaskan bahwa dia tidak pernah memaksa Aurel untuk memiliki anak banyak. Dia pun selalu bersyukur dengan rezeki anak yang dititipkan Tuhan kepada keluarga kecilnya itu.

"Tapi balik lagi tergantung kesehatan istri. Kalau istri dikasihnya berapa ya kita syukuri yang penting istrinya sehat enggak dipaksa pabrik atau apa," tegas Atta.