Klarifikasi Kapolresta Malang Soal Video Instruksi Tembak Demonstran

Agus Rahmat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa hari ini beredar potongan video di media sosial, soal instruksi Kapolres Kota Malang Kota Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata kepada anggotanya, untuk menembak demonstran. Potongan video viral itu diunggah oleh akun twitter Veronica Koman dengan durasi 23 detik.

Dalam video itu menggambarkan suasana di halaman depan Mapolresta Malang Kota. Informasi di lapangan, demonstran datang ke Polresta Malang Kota menuntut salah satu rekannya yang ditangkap karena merusak truk polisi dalam aksi peringatan Hari Perempuan Internasional, agar dilepaskan.

Kejadian itu pada Senin, 8 Maret 2021 malam. Selain diunggah di twitter Veronica Koman, video itu juga diupload di facebook oleh akun bernama Hendrik Rumaropen. Dan akun instagram kamisanmalang. Dalam video yang beredar disertai narasi kalimat Leonardus "halal darahnya tembak".

Baca juga: Penjelasan Polda Kalbar soal Intel Polres Datangi Demokrat Melawi

Leonardus mengklarifikasi video viral yang beredar itu. Dia mengungkapkan bahwa video itu tidak utuh alias dipotong. Menurutnya, kejadian malam itu, demonstran mencoba merangsek masuk ke dalam halaman Polresta Malang Kota.

"Saya sudah sampaikan bahwa itu videonya dipotong. Itu videonya dipotong jadi yang benar adalah mereka mencoba merangsek masuk ke dalam satuan saya," kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, pagar Mapolresta Malang Kota telah ditutup. Tetapi demonstran memaksa masuk. Dia sudah mengimbau demonstran untuk tidak memaksa masuk. Karena mereka menuntut teman mereka yang ditahan segera dilepaskan. Selain itu aksi demonstrasi dilakukan malam hari.

"Itu kan pintu ditutup. Mereka memaksa masuk, itu yang terjadi. Jadi itu video dipotong sama dia. Karena mereka memaksa masuk saya katakan tidak boleh masuk. Kalau kamu masuk itu ada aturannya. Kami ada SOP (standar operasional prosedur)," ujar Leonardus.

Leonardus mengatakan, bahwa polisi memiliki prosedur Pengaman Markas (Pamarkas). Jika ada yang mencoba masuk, maka akan dilakukan tindakan tegas. Dia pun mengaku memiliki video utuh yang belum dipotong terkait insiden malam itu.

"Pamarkas itu ada. Kalau ada yang mencoba merusak markas mencoba masuk, maka kami lakukan tindakan tegas itu tadi. Memang mau masuk. Memaksa masuk. Jadi itu hanya dipotong saja waktu saya bilang melakukan laksanakan tindakan tegas itu saja kan. Saya ada video lengkap. Itu dipotong. Kalau dipotong-potong itu kan ya beda jadinya," jelas Leonardus.