Klarifikasi RSUD Dr Soetomo Surabaya Terkait IGD Belum Bisa Terima Pasien Baru

Liputan6.com, Jakarta - RSUD dr Soetomo Surabaya mengklarifikasi kabar mengenai Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup dan tak bisa menerima pasien baru lantaran 35 pasien COVID-19 yang belum mendapatkan kamar isolasi. Hal tersebut tertulis dalam pengumuman di kertas putih yang tertempel di pintu IGD RSUD dr Soetomo.

Manajemen RSUD dr Soetomo Surabaya menyatakan kabar tersebut tidak benar. Humas RSUD dr Soetomo, Dr Pesta Parulian menuturkan, pintu utama IGD ditutup sementara karena sedang general cleaning atau pembersihan karena ada pemindahan pasien COVID-19. General cleaning dilakukan agar pasien non COVID-19 tidak tertular. Pesta menambahkan, butuh waktu selama general cleaning tersebut untuk ruang isolasi.

"Tidak benar RS terutama IGD ditutup. Kami melakukan general cleaning setelah proses perpindahan pasien COVID-19. Jadi membutuhkan waktu 30 menit untuk membersihkan. Kami merawat pasien COVID-19 dan melindungi pasien non COVID-19, keluarga pasien yang berkunjung dan petugas,” ujar Pesta saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (17/5/2020).

Pesta mengatakan, pihaknya juga membutuhkan waktu untuk proses pemindahan mengingat memisahkan pasien COVID-19 yang mana saja membutuhkan bantuan oksigen dan tidak. Demikian juga pasien perempuan dan laki-laki, kamar perawatannya juga dipisahkan.

Pengumuman sempat ditempel di pintu masuk IGD RSUD dr Soetomo (Foto: Dok Istimewa)

Pihaknya menutup pintu IGD sementara agar masyarakat dan pasien non COVID tidak bisa masuk dulu selama proses pembersihan tersebut. Saat ini menurut Pesta, IGD sudah kembali normal.

"IGD sudah kembali normal. Ketika general cleaning pintu ditutup sementara agar masyarakat tidak tersemprot disinfektan,” ujar dia.

Ruang Perawatan 35 Pasien

Ilustrasi rumah sakit/Pixabay StockSnap

Saat ditanya mengenai ruangan perawatan untuk 35 pasien COVID-19, Pesta menuturkan, kalau pasien tersebut sudah tertangani. Pihaknya sudah menempatkan pasien di ruang cendrawasih dan flamboyant.

"Kami menempatkan pasien sesuai kriteria. Ada pasien butuh oksigen, dan tanpa keluhan tetapi positif atau orang tanpa gejala," kata dia.

Pesta menuturkan, pihaknya juga berusaha memfasilitasi ruangan untuk hadapi pasien COVID-19. RSUD dr Soetomo sudah menyiapkan ruangan flamboyan untuk pasien positif Corona COVID-19 yang membutuhkan oksigen. Kapasitas tempat tidur di ruangan flamboyan sekitar 30 bed. Kemudian ada juga ruangan cendrawasih dengan kapasitas sekitar 40 bed untuk pasien positif Corona COVID-19 yang tanpa gejala.

"Kami berusaha untuk fasilitasi membuka ruangan-ruangan yang selama ini huniannya dikit kemudian disatukan. Seperti buffer ada 40 tempat tidur kami siapkan. Ini bagi pasien yang menunggu swab," ia menambahkan.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya juga harus memisahkan pasien mana saja yang positif Corona COVID-19 dan tidak. Selain itu juga dilihat dari gejalanya. Hal ini agar tidak saling tertular COVID-19. "Kami menyiapkan ruangan untuk pasien non COVID-19 sebagai zona hijau," ia menambahkan.

Saksikan Video di Bawah Ini