Klarifikasi SBY Ibarat Politik Lempar Batu Sembunyi Tangan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan, klarifikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seputar isu reshuffle atau perombakan kabinet membingungkan. Bahkan, klarifikasi malah membuat kegaduhan baru di kalangan politikus.


"Semua akan bingung karena Presiden menegaskan tidak bisa dipaksa-paksa untuk reshuffle dan mengimbau semua pihak untuk berhenti menggoreng isu reshuffle. Presiden mengaku tak pernah menggagas reshuffle kabinet," kata Bambang kepada metrotvnews.com, Jumat (11/3).

Menurut Bambang, rakyat pasti masih ingat bagaimana Presiden dengan wajah dan nada suara penuh emosi memberi isyarat untuk melakukan koreksi atas format koalisi. Bahkan, Presiden menegaskan ada satu-dua partai anggota koalisi yang tidak bisa menghormati kesepakatan akan ada sanksi. "Itulah isyarat Presiden tentang reshuffle," jelas Bambang.

Respons presiden itu, kata Bambang, dimaknai sebagai tindak lanjut dari desakan sejumlah kader dan petinggi Partai Demokrat pasca kandasnya usulan Hak Angket Mafia Pajak. Kala itu kader Demokrat ramai-ramai menggoreng isu reshuffle, bahkan mendesak Presiden untuk mengganti menteri dari Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Bahkan, ada petinggi Demokrat dengan yakin mengatakan SBY butuh waktu paling lama dua minggu untuk reshuffle.

"Jadi, Pernyataan Presiden tentang reshuffle membingungkan, mengingat publik tahu yang mendesak perombakan kabinet adalah partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat. Singkat kata, habis politik gertak sambal, terbitlah politik lempar batu sembunyi tangan," kata Bambang.(Andhini)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.