Klarifikasi Taqy Malik soal Keterlibatannya Dalam Kasus Trading Net89

Merdeka.com - Merdeka.com - Nama Ahmad Taqiyuddin Malik atau yang kerap disapa Taqy Malik ikut terseret dalam kasus Robot trading Net89 bersama dengan Atta Halilintar Kevin Aprilio, Taqy Malik, Adri Prakarsa, hingga motivator Mario Teguh.

Dirinya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim mengenai keterlibatannya dengan kasus trading tersebut.

Menurut Taqy, dirinya hanya sebatas melelang sepeda miliknya di trading tersebut. Hingga akhirnya terdapat salah seorang yang melakukan Bid (membeli) sepeda yang dilelang. Orang tersebut adalah Reza Paten merupakan tersangka trading Net89.

"Saya kenal pun baru pertama kali (Reza Paten) ketika dia ngebit, saya harus suportive, bid itu terbuka siapapun boleh ngebid, mau dia masyarakat biasa, mau dia pejabat, mau dia artis, siapapun boleh," ucap Taqy kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (10/11).

Adapun dari sepeda yang dilelang Taqy, pemenangnya adalah Reza Paten. Sehingga hasil dari lelang sepeda itu dibuatkan untuk membangun masjid di kawasan kota Bogor, Jawa Barat sebesar Rp 777.777.770.

Lebih lanjut, kehadiran Ustad muda itu di Bareskrim Polri hanya untuk meluruskan pemberitaan yang kerap beredar.

"Saya merasa ya sudah mungkin ini cara cara Allah untuk mendatangkan saya untuk menjadikan saksi meluruskan bagaimana apa yang terjadi saat ini. Itu aja sih. Saya gak menyalahkan siapapun," imbuh dia.

18 Pertanyaan

Sebanyak 18 pertanyaan digelontorkan oleh penyidik untuk Taqy. "Delapan belas pertanyaan," ungkap kuasa hukum Taqy Malik, Dedy Dj, kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (10/11).

Dedy menjelaskan, kliennya ditanya oleh penyidik seputar tentang pelelangan sepeda Brompton yang dimenangkan oleh Reza Paten seharga Rp 700 juta.

"Taqy Malik ini sudah menjelaskan terang benderang apa pun yang ditanya oleh penyidik lancar tidak ada yang berfikir yang aneh aneh, karena dilihat dari apa yang dimaksud sepeda yang dilelang, siapa pembeli tertinggi, di situlah uang itu," jelasnya.

Adapun kata Dedy, uang hasil lelang sepeda Taqy digunakan untuk membangun masjid di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat. Kendati demikian uang tersebut tidak diminta untuk dikembalikan.

Oh tidak (pengembalian uang). Tidak ada karena uang itu sudah digunakan untuk keperluan masjid. Uangnya dipergunakan untuk kepentingan pembangunan yayasan masjid Malikal Mulqi yang berada di kota Bogor dan itu sudah selesai semua pembangunannya," papar kuasa hukum Taqy.

Lebih lanjut, Dedy juga menyebutkan bahwa kliennya tidak mengetahui sosok Reza Paten yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Robot Trading Net89.

"Klien saya mas Taqy tidak punya hubungan hukum apapun dengan Reza Paten kecuali pada saat beliau melakukan lelang melalui media instagram baru disitu beliau kenal," tutup dia.

Sebelumnya, Taqy Malik dipanggil oleh pihak penyidik Bareskrim untuk dimintai keterangan soal keterlibatannya dengan kasus investasi Robot Trading Net89.

"Benar, yang bersangkutan akan hadir jam 10. (Pemeriksaan) baru sekali hari ini," kata Kasubdit II Dirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara.

Chandra menjelaskan nantinya polisi bakal mendalami keterlibatan Taqy Malik dengan Reza Paten dalam kasus ini. Seperti diketahui, Taqy Malik melelang sepeda Brompton miliknya ke Reza Paten dengan harga Rp 700 juta.

"Saksi jumlah kurang lebih ada 40-an, saksi korban. Taqy Malik itu dia melelang sepeda," tungkas dia. [ded]