Klaster Covid-19 di Jakarta Capai 41 Persen, Anies Minta Warga Waspada

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan bahaya penularan Covid-19 di lingkup terkecil atau klaster keluarga. Anies menyebut jumlah porsi kasus klaster keluarga itu mendominasi atau hampir menyentuh angka 50 persen.

"Jakarta sendiri klaster keluarga itu porsinya sekitar 40% tepatnya 41% adalah klaster keluarga,” kata Anies di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Anies berharap adanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dapat meminimalisir klaster keluarga di Ibu Kota.

"Karena itulah program PPKM tingkat mikro ini diharapkan nantinya bisa 1 membangun kesadaran di tingkat lokal skala Komplek Kampung RT RW, tentang pentingnya di dalam keluarga untuk menjaga protokol kesehatan,” kata dia.

Petugas tingkat RT RW, lanjut Anies, harus dapat megarahkan warga yang positif untuk diisolasi di tempat yang ditentukan, sebab tempat isolasi lebih baik perawatannya dari pada berada di rumah dan berpotensi menularkan keluarga.

"Berada di tempat isolasi terkendali lebih dianjurkan daripada berada bersama keluarga bila sedang terpapar covid 19,” ujar dia.

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 di Jakarta Rendah

Anggota kepolisian bersama polisi satwa berpatroli keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan pun menegaskan patroli keamanan baik oleh Satpol PP, TNI, hingga Polri akan ditingkatkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota kepolisian bersama polisi satwa berpatroli keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan pun menegaskan patroli keamanan baik oleh Satpol PP, TNI, hingga Polri akan ditingkatkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Anies menjelaskan alasan mengapa tingkat kematian kasus Covid-19 di Jakarta bisa dikendalikan, yakni adanya penanganan sejak awal.

"DKI Jakarta tingkat kematian itu 1,6% salah satu sebab mengapa tingkat kematian itu bisa rendah karena pertama testing-nya tinggi, sehingga terdeteksi awal, yang kedua ada tempat isolasi Wisma Atlet, ada hotel-hotel, sehingga mereka tidak memaparkan pada lingkungan,” jelas dia.

"Ketiga adalah pertahanan terakhirnya cukup yaitu fasilitas Rumah Sakit Ini bukan sekedar tempat tidur tapi juga tenaga medis tapi juga system di dalam pengelolaan rumah sakitnya," tandas Anies.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: