Klaster Covid-19 dari Turis, China Batalkan Ratusan Penerbangan dan Tutup Destinasi Wisata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus Covid-19 kembali mencuat di China dari klaster wisatawan setelah sempat dinyatakan nol. Hal itu membuat pihak berwenang membatalkan ratusan penerbangan, menutup sekolah, dan meningkatkan tes massal pada Kamis (21/10/2021).

Melansir dari laman CNA, pemerintah China telah mempertahankan pendekatan zero Covid-19 dengan penutupan perbatasan yang ketat dan penguncian yang ditargetkan. Ini dilakukan bahkan ketika negara-negara lain secara tentatif mencoba melonggarkan pembatasan.

Wabah domestik sebagian besar telah dihilangkan, tetapi China kemudian mencatat kasus baru selama lima hari berturut-turut. Di sebagian besar wilayah utara dan barat laut, pihak berwenang meningkatkan kontrol transmisi virus corona baru.

Wabah terbaru dikaitkan dengan pasangan lansia yang berada dalam kelompok turis. Mereka memulai perjalanan di Shanghai sebelum terbang ke Xi'an, Provinsi Gansu, dan Inner Mongolia.

Sejak itu, puluhan kasus terkait perjalanan mereka bermunculan, dengan kontak dekat di setidaknya lima provinsi dan wilayah, termasuk ibu kota Beijing. Sebagai tanggapan, pemerintah daerah meluncurkan pengujian massal dan menutup tempat-tempat wisata, sekolah, serta tempat hiburan di daerah terdampak.

Mereka juga memberlakukan penguncian kompleks perumahan yang ditargetkan. Beberapa daerah, termasuk Lanzhou, telah meminta warganya tidak pergi kecuali diperlukan. Mereka yang harus pergi harus menunjukkan hasil negatif tes Covid-19.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Batalkan Ratusan Penerbangan

Ilustrasi pesawat terbang. (dok. Unsplash.com/@trinitymmoss)
Ilustrasi pesawat terbang. (dok. Unsplash.com/@trinitymmoss)

Bandara di wilayah yang terdampak telah membatalkan ratusan penerbangan, menurut data dari pelacak penerbangan VariFlight. Sekitar 60 persen penerbangan ke dua bandara utama di Xi'an dan Lanzhou telah dibatalkan.

Dalam pemberitahuan yang diterbitkan Senin, 18 Oktober 2021, Erenhot di Inner Mongolia mengatakan perjalanan masuk dan keluar kota dilarang. Penduduk pun tidak boleh meninggalkan kompleks perumahan mereka.

Kasus virus baru di Inner Mongolia kemungkinan akan memengaruhi impor batu bara dari Mongolia karena gangguan rantai pasokan. Ada 13 kasus domestik baru yang dilaporkan pada Kamis (21/10/2021), kata Komisi Kesehatan Nasional China.

Pensiunan Dosen

Ilustrasi Pasangan Lansia | pexels.com/@monica
Ilustrasi Pasangan Lansia | pexels.com/@monica

Melansir dari Blomberg, wabah Covid-19 terbaru di China berpusat di sekitar pasangan lansia yang diduga melanggar aturan perjalanan. Keduanya merupakan pensiunan dosen dari Shanghai yang memulai tur pada awal Oktober.

Patogen itu berkembang biak, memicu beberapa kasus lokal di provinsi barat laut dalam beberapa hari terakhir. Seorang pelancong dari Gansu, kontak dekat dengan pasien terinfeksi, didiagnosa di Beijing pada Senin, 18 Oktober 2021.

Ini adalah kasus pertama di kota itu sejak penyebaran varian delta yang sangat menular pada musim panas ini. Kondisi itu mendorong para pejabat membatalkan perjalanan ke sana untuk menghentikan penularan lebih lanjut. Pihak berwenang sekarang telah menutup gedung apartemen dan tempat-tempat terkait lainnya.

Infografis Cek Zonasi Destinasi Libur Bebas Covid-19

Infografis Cek Zonasi Destinasi Libur Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Cek Zonasi Destinasi Libur Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel