Klaster Libur Panjang Masih Nihil, Pasien di RS Wisma Atlet Menurun

Dedy Priatmojo, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Angka kasus COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami penurunan. Hingga Rabu, 4 November 2020, jumlah pasien yang menjalani isolasi mandiri tercatat 598 orang. Sementara itu, pasien yang berada di Instalasi Gawat Darurat dan gejala sedang berjumlah 974 orang.

Jumlah ini menurun jika dibandingkan sebelum libur panjang cuti bersama 28 Oktober 2020. Sebelum libur panjang, pasien isolasi mandiri tercatat 948 orang. Adapun pasien yang dirawat di IGD dan gejala sedang 1.292 orang.

"Kalau kita lihat hari ini 4 November 2020 ada penurunan, yakni di isolasi mandiri ada 598, kemudian untuk RSID dan gejala sedang ada 974 pasien. Jadi memang ada penurunan," kata Kepala Staf Kodam Jaya Brigjen TNI M Saleh Mustafa di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Rabu, 4 November 2020.

Sementara itu, menurut Saleh, efek peningkatan kasus COVID-19 dari libur panjang ini baru akan diketahui dalam dua pekan mendatang. Saat ini, pihaknya belum mengetahui seberapa besar peningkatan kasus positif pada musim liburan panjang pekan lalu.

"Karena kita tahu inkubasi dari virus ini akan berlangsung dalam 14 hari, yang artinya akan berlangsung dalam dua minggu ini. Tapi tetap akan kita lihat ketersediaan ruang rawat yang saat ini baru terisi 33 persen. Masih ada tempat untuk rawat inap apabila ada lonjakan. Saat ini juga ketersediaan SDM atau tim medis dan obat-obatan masih mencukupi," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memastikan setelah dua hari usai libur panjang akhir Oktober 2020 ini belum ada data kenaikan secara khusus terhadap kasus COVID-19.

"Kalau 1-2 hari ini belum ada yang khususnya," kata Anies di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2020.

Anies menuturkan, saat ini sedang membahas perkembangan penanganan COVID-19 di Jakarta, memang untuk bisa mengetahui efek dari libur panjang diperlukan waktu beberapa hari ke depan.

Pemprov DKI akan terus memantau perkembangan gugus tugas di RT dan RW, dikoordinasi oleh para lurah memantau bila ada orang-orang yang memiliki keluhan, maka akan dipandu untuk bisa segera ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan awal. "Jadi, itu untuk deteksinya," katanya. (art)