Klaster Perumahann Elit Jadi Angka Penyebaran COVID-19 Tertinggi

Daurina Lestari, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penyebaran COVID-19 Jakarta Barat meningkat dalam dua minggu terakhir di awal tahun 2021. Penindakan operasi yustisi dengan menyasar pengendara yang tidak memakai masker dinilai kurang tepat sasaran, lantaran lebih banyak orang yang berkerumun di lokasi pribadi seperti lingkungan rumah.

Kasat Pol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, yang juga sebagai Kepala Bidang Penindakan COVID-19 di Jakarta Barat mengatakan, belakangan klaster perumahan menjadi angka tertinggi penyebaran COVID-19.

“Di Jakarta Barat sendiri kenapa masih tinggi angka penyebaran COVID, lantaran masih banyak klaster keluarga, yang mana saat ini Kembangan, orang lebih banyak berkumpul di ruang atau bangunan milik pribadi,” ujar Tamo saat dikonfirmasi, Kamis 28 Januari 2021.

Tamo mengatakan alasan orang berkumpul bersama di lokasi pribadi untuk menghindari pengawasan petugas di lokasi ramai seperti mal, restoran dan tempat rekreasi.

“Namun tetap melakukan perkumpulan di lokasi pribadi tersebut akhirnya menjadi klaster, dan berdampak pada angka COVID di Jakarta Barat tetap tinggi hingga saat ini,” ujar Tamo.

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Anjlok, Istana: Pungutan Liar Masih Marak

Tingginya angka COVID-19 di Jakarta Barat dikatakan Tamo sama sekali tidak bisa dibendung sendiri oleh pihak pemerintah sendiri. Perlu kesadaran masyarakat tentang bahaya COVID-19 tentu akan berdampak dengan berkurangnya angka penyebaran.

“Saat ini kan masyarakat seperti kucing-kucingan dengan Satpol PP, jika tidak diawasi, kebanyakan masyarakat akan lupa protokol kesehatan. Belum lagi jika di tempat pribadi seperti di dalam rumah, sama sekali tidak perhatikan protokol kesehatan, hal ini yang menjadi tingginya angka COVID di Jakarta Barat,” ujarnya.

Kasus penularan COVID-19 di Jakarta Barat hingga kini masih tinggi, yang terhitung dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan, kasus harian COVID-19 tembus angka 400 kasus penularan di Jakarta Barat.

Dalam hal ini Uus menjelaskan kasus COVID-19 di Jakarta Barat mengalami fluktuasi, dimana jumlah kasus harian selalu di angka 150 sampai 250 penularan.

"Akan tetapi berjalan dua minggu ini sudah bisa menembus di atas 400 penularan," ujarnya.