Klaster Pesantren Jadi Temuan Terbesar Kasus COVID-19 di Trenggalek

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek mencatat ada 72 orang santri di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terpapar COVID-19. Temuan itu setelah dilakukan tes PCR massal.

"Ini merupakan temuan kasus COVID-19 terbesar di sini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek dr. Saeroni di Trenggalek, seperti dikutip dari Antara, ditulis Jumat, (13/11/2020).

Pemeriksaan tes usap atau polymerase chain reaction (PCR) tes itu dilakukan terhadap 133 orang santri. Hasilnya, ada 72 orang santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Namun, mayoritas tidak menunjukkan gejala (OTG), hanya sebagian kecil yang memiliki gejala batuk disertai demam.

Termasuk satu orang santri pertama yang sakit dan dinyatakan positif terpapar SARS-CoV-2, setelah yang bersangkutan dengan kesadaran sendiri memeriksakan diri ke unit layanan kesehatan terdekat.

"Dari satu santri inilah kemudian kami bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 daerah memutuskan melakukan penelusuran atau tracing di Ponpes Anwarul Haromain," kata Saeroni.

Dalam penangan kasus itu, seluruh santri yang positif COVID-19 tanpa gejala dilakukan karantina di dalam pondok pesantren, terpisah dari santri yang sehat. Sedangkan yang bergejala flu dikarantina di asrama COVID-19 Kota Trenggalek.

"Kendati jumlahnya banyak, kasus terbesar, namun penanganannya lebih mudah karena para santri berada di lingkungan khusus yang tertutup," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Perkembangan COVID-19 di Trenggalek

Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)

Dengan penambahan 72 kasus baru dari klaster pondok pesantren itu, jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di Trenggalek saat ini mencapai 410 orang.

Dari jumlah itu, 298 orang dinyatakan sembuh, 98 orang sedang menjalani karantina dan 14 orang meninggal dunia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini