Klewang pernah pimpin geng motor serang Mapolresta Pekanbaru

MERDEKA.COM. Dari hasil penyelidikan Polresta Pekanbaru, Klewang (57) ternyata juga terlibat dalam berbagai aksi kejahatan. Klewang pernah memimpin anggota geng motor untuk menyerang Mapolresta Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Saat aksi penyerangan ke Polresta Pekanbaru, Klewang ada di belakang para anggotanya," kata Kapolesta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar dalam keterangan persnya Selasa (14/5/13)

Selain Klewang, penyerangan ke Polresta juga dibekingi oleh anaknya yakni Bambang yang kini sudah berada di Lembaga Permasyarakatan (LP) Pekanbaru.

"Kalau Bambang anak dari Klewang merupakan panglima dari klub XTC," terangnya.

Penyerangan Mapolresta Pekanbaru oleh ratusan geng motor terjadi pada bulan Febuari tahun 2012. Polresta Pekanbaru hari telah membekuk 14 anggota geng motor. Enam di antaranya adalah pelajar.

Klewang (57) selama ini memang dikenal sebagai raja geng motor brutal di Pekanbaru. Setiap cewek yang masuk di kelompoknya, diwajibkan melayani nafsu bejatnya.

Kisah Klewang ini bak raja yang berkuasa. Kelompok geng motor cewek, selalu bersedia menemani Klewang bila diajak hubungan intim. Malah cewek geng motor itu sebenarnya juga punya pacar yang statusnya juga geng motor.

"Ketika Klewang mengajak kencan anggota geng motor wanita, mereka bersedia melayaninya. Tidak ada yang berani menolaknya. Hanya saja memang perempuan yang gabung di bawah binaan Klewang itu perempuan berandalan. Ada juga wanita penjaja seks yang gabung di kelompoknya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.