KLHK anugerahkan Adiwiyata 2021 pada sekolah peduli lingkungan

·Bacaan 1 menit

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menganugerahkan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 77 sekolah dan Adiwiyata Nasional 2021 kepada 344 sekolah yang dinilai telah dapat melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup.

"Berbagai upaya dilakukan agar program ini terus dan dapat menjawab perkembangan, tantangan, permasalahan lingkungan dalam konteks dan kaitan pendidikan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan harapan, sekolah-sekolah formal dapat menjadi core, sekaligus sebagai tempat, sebagai magnet dalam pengembangannya," kata Menteri LHK Siti Nurbaya ketika memberikan sambutan pada Penganugerahan Penghargaan Adiwiyata 2021, Jakarta, Jumat.

Menteri LHK Siti menjelaskan bahwa konsep dari penganugerahan itu adalah perluasan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan, di antaranya dalam lingkungan sekolah.

Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang memiliki kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup. Hal itu diperlihatkan dengan penerapan sikap ramah lingkungan hidup oleh warga sekolah dan keberhasilan meningkatkan kualitas lingkungan hidup baik di lingkup sekolah maupun wilayah sekitarnya.

KLHK sendiri telah mencetuskan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

Dengan gerakan itu, kata Siti, diharapkan sekolah-sekolah peraih penghargaan Adiwiyata dapat menjadi pengungkit, embrio, pendukung serta memberikan kontribusi terhadap percepatan tercapainya 20.000 Kampung Iklim pada 2025 serta memberikan kontribusi signifikan dalam agenda pencapaian target iklim Indonesia.

Menteri Siti menjelaskan bahwa sampai dengan hari ini terdapat 4.726 sekolah yang telah meraih Adiwiyata Nasional dan Mandiri dari 34 provinsi sejak pertama kali dilakukan pada 2006. Meski jumlah tersebut baru mencakup kurang dari dua persen total sekolah Indonesia yang mencapai lebih dari 280.000 sekolah.

"Namun, hasil dan pengaruh gerakannya sudah kita rasakan jauh lebih besar di tengah masyarakat, dibandingkan dengan angka persentase yang masih kecil itu," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel