Klopp Akhirnya Buka Suara soal Gagalnya Liverpool Rekrut Timo Werner

Satria Permana

VIVA – Manajer Liverpool, Juergen Klopp, akhirnya buka suara soal kegagalan mendatangkan Timo Werner. Diakui Klopp, batalnya Werner merapat ke Anfield, menjadi salah satu dampak dari krisis ekonomin yang dialami Liverpool akibat pandemi virus corona COVID-19.

Liverpool tak jadi merekrut Werner karena harganya yang terlalu mahal. Klausul pelepasan Werner yang mencapai £50 juta atau setara Rp878 miliar, dianggap Klopp begitu berisiko bagi Liverpool.

Sebab, kondisi ekonomi di tengah pandemi virus corona tak menentu. Maka dari itu, Klopp memaklumi apa pun keputusan manajemen The Reds.

"Di masa sekarang, kesempatan dan hal buruk bisa datang bersamaan. Liverpool lebih memilih diam untuk sementara waktu. Mungkin itu jawaban paling aman," kata Klopp dilansir Sky Germany.

Baca juga: Bikin Bingung, RB Leipzig Malah Bantah Sudah Jual Timo Werner ke Chelsea

"Normalnya, dan jika Anda menanggapi secara serius, bisnis bergantung pada situasi di mana kami bisa main dan menerima pendapatan tiket, sponsor, dan lainnya. Tapi, saat ini, kami tak tahu kapan bisa main dengan penonton," lanjutnya.

Timo Werner

Klopp menilai pandemi virus corona bisa berdampak dalam jangka waktu yang panjang bagi seluruh klub. Maka dari itu, dia memaklumi saat Liverpool memutuskan untuk menarik diri dalam perburuan Werner.

Baca juga: Bawa Mobil Mewah, Jamie Vardy Jajan Murah di McD

Lebih baik, disebutkan Klopp, menjaga stabilitas internal dengan bersikap diam. Ketimbang, memilih nekat membeli pemain dengan harga supermahal dan berujung pada kesulitan finansial.

"Banyak pemain hebat di luar sana. Kai Havertz hebat, Timo Werner luar biasa. Rumor beredar di Inggris, Manchester United berhak memilih, pun dengan Chelsea. Namun, seluruh klub saat ini kehilangan banyak uang. Tanpa penonton, kami kehilangan banyak. Mungkin, sampai musim depan, kami tak akan jual tiket pula," ujar Klopp.