Klub Butuh Kegiatan, Operator Liga 1 dan PSSI Jangan Lambat

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono mengatakan saat ini klub-klub profesional di Indonesia butuh kegiatan. Karena cuma dengan cara itulah bisnis mereka bisa dijalankan kembali.

Sejak Maret 2020 Liga 1 ditangguhkan akibat pandemi COVID-19. Dan sampai sekarang kegiatan sepakbola Tanah Air tidak ada. Industri pun terkena dampak negatifnya.

Malahan klub menjadi korban ketika hendak menuruti rencana PSSI melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020. Ketika itu mereka semua sudah menggelar persiapan sekira dua bulan lebih, dan ketika mendekati waktunya, diumumkan pembatalan karena tidak adanya izin keramaian dari Kepolisian.

Teddy yang hadir dalam rapat virtual antara klub-klub Liga 1 dengan PT LIB, Jumat 15 Januari 2021 mengaku sangat mengerti dengan situasi saat ini. Namun, kondisi seperti sekarang tidak boleh terlalu lama dibiarkan. Contoh saja kompetisi di luar negeri yang sudah bisa dijalankan.

"Kami dari PERSIB, sangat mengerti situasi pandemi saat ini. Tapi, sebagai klub profesional memang seharusnya kita berkompetisi. Di tengah pandemi, dalam situasi seperti ini negara lain juga sudah jalan (kompetisi)," kata Teddy, dikutip dari laman resmi klub.

Dalam rapat virtual kemarin, mayoritas klub meminta PT LIB untuk fokus saja kepada musim baru, yakni Liga 1 2021. Terkait rencana lanjutan musim lalu sebaiknya dilupakan.

Teddy memberi masukan alangkah baiknya kompetisi dimulai lagi pada Agustus 2021. Itu merujuk jadwal kompetisi di Eropa, sehingga bisa memudahkan proses perekrutan pemain asing.

Belum lagi ada kemudahan dalam hal mendaftarkan wakil di kompetisi Asia. Selama ini pendaftaran dilakukan pada periode November, sedangkan kompetisi Indonesia baru usai di Desember.

"Kita semua ingin liga bergulir lagi. Namun, dengan situasi saat ini, kita ada opsi bisa mengikuti jadwal Eropa. Jika mengikuti Eropa, proses merekrut pemain asing menjadi sama dengan klub-klub lain di Eropa," tutur Teddy.

"Dengan kita mengikuti jadwal Eropa, kendala itu tak terjadi lagi. Itu yang tadi saya sampaikan perlu dianalisa dan dipikirkan untuk kebaikan sepakbola di Indonesia ke depan. Kalau itu (opsi mulai Agustus) menjadikan sepakbola Indonesia lebih baik, oke kita putuskan Liga 2021-2022 mulai bulan Agustus," imbuhnya.