Klub Liga 2 Tak Mau Kalah, PSIM Pamer Jersey Keren Bermotif Batik Parang

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta merilis seragam terbaru untuk menghadapi kompetisi Liga 2 2021. Acara launching jersey digelar di Wisma Soeratin secara virtual dengan mengundang awak media termasuk Bola.com, Kamis (9/9/2021) siang.

Jersey kebanggaan Laskar Mataram dipamerkan baik melalui launching di wisma Soeratin maupun tayangan video. Musim ini, PSIM menggandeng apparel Indonesia, Sevenstars dan masih kental dengan motif bernuansa batik parang, ciri khas PSIM.

Kostum kandang dan tandang yang akan dikenakan oleh tim besutan Seto Nurdiyantoro semakin gagah dihiasi deretan sponsor untuk mengarungi Liga 2 musim ini. Antara lain Bukalapak, Smartfren, Vidio, Buana Capital, Kratingdaeng, Tolak Angin, Le Minerale, dan Sunpride yang terpampang di seragam tempur Benny Wahyudi dkk.

"Motif batik parang selalu tersemat di jersey klub kebanggan masyarakat Yogyakarta. Dari sejarahnya motif Parang Rusak tercipta ketika Panembahan Senopati (raja pertama Mataram) tengah meditasi di Pantai Selatan. Ombak besar menyerupai parang yang terus menghantam bebatuan laut hingga membuat karang tersebut rusak," terang manajer bisnis PSIM, Yuliana Tasno.

"Kami juga bersyukur PSIM Yogyakarta mendapat kepercayaan yang sangat baik dari sponsor dan partner yang lama dan juga baru pada situasi pandemi seperti sekarang. Kepercayaan ini yang wajib kamu jaga," lanjutnya.

Belajar dari Pengalaman

Sesi latihan tim PSIM Yogyakarta, sebelum pemberlakuan PPKM darurat belum lama ini. (Dok PSIM)
Sesi latihan tim PSIM Yogyakarta, sebelum pemberlakuan PPKM darurat belum lama ini. (Dok PSIM)

PSIM Yogyakarta memasang target tidak kalah tinggi dengan para pesaing lainnya. Klub pujaan Brajamusti dan The Maident telah banyak belajar dari musim 2019. Di musim tersebut, PSIM disebut sebagai tim bertabur bintang.

Cristian Gonzales, Raphael Maitimo, Sutanto Tan, hingga wonderkid Witan Sulaiman ada di tim ini. Bahkan ada sosok pelatih mentereng Aji Santoso yang menjadi juru taktiknya. Namun hal itu ternyata belum menjamin, karena PSIM gagal lolos dari fase penyisihan grup.

Kini PSIM punya wajah baru dengan kehadiran pelatih Seto Nurdiyantoro yang menjalani kiprah fenomenal bersama PSS Sleman. Beberapa pemain lama masih setia bertahan seperti Arga Permana, Yoga Pratama, Aditya Putra Dewa, Benny Wahyudi, dan Purwaka Yudhi.

Pemain Baru

Pemain muda Persela, Ahmad Subagja Baasith. (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain muda Persela, Ahmad Subagja Baasith. (Bola.com/Aditya Wany)

PSIM merekrut pemain-pemain baru di antaranya Ahmad Baasith, Jodi Kustiawan (eks Persis), Heru Setyawan (eks PSIS), serta duo PSCS Imam Witoyo dan Arbeta Rokyawan. Kini target manajemen PSIM adalah bertahap untuk bisa segera mentas ke Liga 1.

"Melihat persiapan yang sudah dilakukan, target PSIM tentu juga tinggi. Semoga bisa bersaing di papan atas. Tidak muluk-muluk promosi atau bagaimana, intinya berusaha yang terbaik saja di musim ini," jelas manajes PSIM, Farabi Firdausy.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel