Klub Liga Inggris Membela Diri soal Kontroversi Anthony Cheshire

·Bacaan 1 menit

VIVA – Klub Liga Inggris, Swindon Town menolak begitu saja disalahkan terkait kontroversi pemain keturunan Indonesia, Anthony Cheshire.

Bek berusia 19 tahun tersebut beberapa waktu lalu mencuitkan isi hati yang mengundang perhatian. Sebab, dia baru mengetahui jika tidak dibutuhkan lagi dalam tim melalui Twitter.

Sontak para pengikut Anthony Cheshire bereaksi. Mereka mengecam sikap dari Swindon Town yang sama sekali tidak menghargai pemain.

Menanggapi banyaknya kecaman kepada mereka, akhirnya manajemen Swindon Town buka suara. Mereka membela diri dengan mengatakan sudah coba menghubungi para pemain yang dilepas.

"Anthony Cheshire ditelepon beberapa kali dan masuk ke pesan suara. Jadi pesan yang ditinggalkan sebagai gantinya," demikian pernyataan resmi klub dikutip dari Swindonadvertiser.

Anthony tidak sendiri mengalami pelepasan kali ini. Ada 12 pemain lain yang juga mengalami nasib sama.

Perombakan tim dilakukan oleh Swindon Town usai mereka dipastikan terdegradasi dari League One, atau kompetisi kasta ketiga Inggris.

Ketika cuitannya di Twitter mengundang atensi publik yang ramai, Anthony Cheshire melakukan klarifikasi. Dia menegaskan tidak ada maksud untuk memojokkan klub.

"Hanya mau mengklarifikasi, tidak ada ketidaksukaan saya terhadap Swindon. Saya berharap yang terbaik untuk mereka semua. Saya yakin mereka akan bangkit lagi tahun depan," tulisnya.

Pemain yang memiliki keturunan Indonesia dari sang ibu ini pertama kali menandatangani kontrak dengan Swindon Town pada 2019. Setahun berselang dia promosi ke tim senior dari sebelumnya di U-18.