Klub Raksasa Liga Inggris Yang Membuang Sang Ikon : Arsenal

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Liga Inggris sudah menjadi industri yang membahana sejak re-branding pada 1992. Status Divisi Utama yang berubah menjadi Premier League memberi ruang gerak bagi perkembangan klub-klub itu sendiri, terutama dari sisi bisnis.

Tak heran jika sejak 29 tahun silam, banyak klub seolah berlomba menggelontorkan poundsterling demi sebuah gengsi dan nama besar yang direkrut. Terkadang, proses bursa transfer semakin menggila ketika berada di ujung deadline.

Oleh karena itu, Liga Inggris memiliki warna-warni menawan yang layak dikenang para penggila sepak bola. Maklum, jika fans saja sampe tergila-gila, kadang tim kesayangan mereka juga melakukan hal di luar keinginan dan atau asa penggemar.

Satu di antara yang terkadang membuat banyak orang menggelengkan kepala adalah melepas pemain bintang. Para manajer dan jajaran manajemen memang memiliki banyak pertimbangan ketika melepas sang nama besar. Tapi, kemurnian bisnis menjadi pertaruhan yang tak bisa disembunyikan begitu saja.

Di bawah ini ada secuil cerita Arsenal melepas beberapa nama yang sebenarnya masih bersinar :

Sekelumit Van Persie

Robin van Persie. Striker asal Belanda ini meninggalkan Arsenal pada musim 2012/2013 menuju Manchester United setelah total 8 musim di Arsenal dan langsung meraih gelar Premier League di musim pertamanya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)
Robin van Persie. Striker asal Belanda ini meninggalkan Arsenal pada musim 2012/2013 menuju Manchester United setelah total 8 musim di Arsenal dan langsung meraih gelar Premier League di musim pertamanya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

1. Bikin kaget : Robin van Persie ke Manchester United (30,7 juta euro, Agustus 2012)

2. Nama lain : Marc Overmars ke Barcelona (2000), Patrick Vieira ke Juventus (2005), Ashley Cole ke Chelsea (2006), Thierry Henry ke Barcelona (2007) dan Cesc Fabregas ke Barcelona (2011)

Cerita tentang Robin van Persie (RvP) memang melegenda. Tak hanya terkait kedatangannya, melainkan juga sepak terjang di dua stadion : Highbury dan Emirates Stadium. Home ground Arsenal tersebut tak akan melupakan jasa pemain asal Belanda itu.

Manajer Arsenal kala itu, Arsene Wenger merekrut RvP dari Feyenoord pada musim panas 2004, senilai 3 juta euro. Insting Sang Professor berjalan lancar, karena RvP sanggup bekerja maksimal di role 9.

Sayang, RvP rentan cedera dan sempat tercatat tak bermain lebih dari 28 pertandingan di satu musim. Pada akhir tahun sebelum ditendang, RvP mengoleksi 30 gol dari 38 pertandingan.

Tak heran jika RvP berada di hati para penggemar Arsenal. Oleh karena itu, ketika mendadak ia pindah ke rival, yakni Manchester United, situasi tersebut laksana bom. Apalagi, keberadaan RvP memberi nilai lebih bagi Setan Merah, yang pada akhirnya sanggup mengembalikan trofi Liga Inggris ke Old Trafford.

Saat itu, RvP memertahankan status sebagai bomber subur. Total, ia mengoleksi 26 gol dan memenangkan status pemain terbaik di Manchester United.

Sumber : ESPN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel