KM Ladang Pertiwi Bawa 43 Penumpang Tenggelam di Pangkep, Diduga Sarat Muatan

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Save and Rescue Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk mencari penumpang Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang tenggelam saat berlayar menuju ke Pulau Pamantauang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kamis (28/5). Kapal itu dilaporkan sarat muatan mengangkut sekurangnya 43 penumpang.

Kepala Basarnas Sulsel Djunaedi mengatakan pihaknya mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk melakukan pencarian dan penyelamatan penumpang KM Ladang Pertiwi yang tenggelam di wilayah perairan Pulau Liukang Kalmas, Pangkep. Kapal itu diduga tenggelam karena kelebihan muatan, karena kondisi gelombang di perairan tersebut dalam kondisi aman.

"Tidak ada (gelombang), kondisi laut bagus kok. Itu karena kebanyakan penumpang dan barang," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (28/5).

Selain diduga kelebihan muatan, KM Ladang Pertiwi juga tidak cukup membawa bahan bakar minyak (BBM) untuk berlayar. Djunaedi menyesalkan Syahbandar Pelabuhan Paotere mengizinkan KM Ladang Pertiwi berlayar.

"BBM-nya juga tidak cukup. Kenapa perjalanan orang-orang ini di lepas (diizinkan Syahbandar)," ucapnya.

17 Penumpang Ditemukan Selamat

Djunaedi mengaku pihaknya belum bisa memastikan berapa total penumpang yang naik di KM Ladang Pertiwi. Dia mendapatkan data jika KM Ladang Pertiwi mengangkut 43 penumpang.

"Tapi belum tentu itu, bisa saja 100 (penumpang), karena mereka (Syahbandar) yang tahu. Kita baru memberangkatkan KN Kamajaya ke lokasi untuk pencarian," tuturnya.

Djunaedi menambahkan informasi sementara yang diterima, sudah 17 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Ia mengungkapkan penumpang selamat tersebut sudah dievakuasi ke Kendari dan Banjarmasin.

"Informasi yang didapat saat ini ada 17 orang (selamat). Sepuluh dibawa ke Kendari, tujuh dibawa ke Banjarmasin," ucapnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel