KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Tidak Layak Berlayar dan Belum Ada Izin Syahbandar

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) memeriksa 11 orang terkait tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 di Selat Makassar. Dari 11 orang yang diperiksa, salah satunya juragan KM Ladang Pertiwi 02 dan Kepala Desa Pulau Pamantauang, Muh Basit.

Selain itu, KM Ladang Pertiwi juga diketahui tidak layak berlayar dan belum mendapat izin dari syahbandar.

"Sampai saat ini yang kondisinya layak untuk kita periksa ada sekitar 11 orang. Kemudian bagian dari kepala desa juga diperiksa," kata Direskrimsus Polda Sulsel, Komisaris Besar Widoni Fedry saat jumpa pers di KN SAR Kamajaya Pelabuhan Makassar, Selasa (31/5).

Meski demikian, kata Widoni, pihaknya belum memeriksa Syahbandar Pelabuhan Paotere. Meski demikian, pihaknya berencana dipanggil untuk diperiksa.

"Syahbandar belum (diperiksa), tapi mengarah ke sana," tuturnya.

Widoni mengaku pihaknya untuk sementara menemukan kelalaian dalam kasus tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02. Ia mengaku kasus tenggelamnya KM Ladang Pertiwi melanggar Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008.

"Pertama, kita menggunakan UU tentang pelayaran Nomor 17 tahun 2008. Di situ saya jelas disampaikan pasal 232 yang bunyinya harus ada izin dan persetujuan dari syahbandar untuk berlayar. Ternyata tidak ada izin dari syahbandar," bebernya.

Selain itu, kata Widoni, juragan KM Ladang Pertiwi 02 juga terancam dijerat Pasal 302 tentang kelayakan kapal.

"Kapal ini tidak layak untuk berlayar, untuk yang bersangkutan nantinya ancaman pidananya 4-5 tahun," ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan (Sulsel) memperbarui jumlah penumpang Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 dari 42 menjadi 50 orang. Dengan bertambahnya jumlah penumpang, 19 orang penumpang masih dilakukan pencarian.

Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi mengatakan berdasarkan pendataan terhadap nakhoda KM Ladang Pertiwi 02 dan juga Kepala Desa Pamantauan. Dari pendataan tersebut tercatat ada 50 orang penumpang KM Ladang Pertiwi 02.

"Bahwa jumlah yang ada sementara kita mendata ini sebanyak 50 penumpang dan ABK. Bagaimana caranya, dari kepala desa sendiri melaporkan warganya yang belum kembali," ujarnya saat jumpa pers di KN SAR Kamajaya, Selasa (31/5).

Djunaidi mengaku awalnya pendataan penumpang sebanyak 51 penumpang. Tapi setelah dilakukan kroscek, ditemukan ada satu nama yang double.

"Namun Basarnas mengecek nama ternyata ada satu nama yang double, yaitu Supriadi sehingga kami prediksi bahwa jumlah 50 sementara. Jadi yang kita cari sekarang sisa 19 orang," tuturnya.

Sementara juragan KM Ladang Pertiwi 02, Supriadi menjelaskan kronologi tenggelamnya kapal saat melintasi Pulau Kalakuang sekitar 8 mile dari Pulau Pemantauan. Saat itu, kapal tiba-tiba mati.

"Saat itu angin kencang tiba-tiba mati mesin, pompa (air) mati, jadi tidak bisa hidup, baku lawan ombak di samping nya, saat kapal mau tenggelam saya berteriak ke ABK sama penumpang sedia alat pelampung, gabus, dan tripleks," sebutnya.

Terkait jumlah penumpang, Supriadi mengaku tidak mengetahui persis jumlahnya. Ia memperkirakan ada 31 orang penumpang.

"Perkiraan saya itu penumpang ada 31 tapi yang di bilang pak desa 51orang. Itu catatannya dulu pak desa," sebutnya.

Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) TNI AL, Kolonel Laut (P) Anis Latif menambahkan pihaknya juga turut melakukan pencarian penumpang KM Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam di Selat Makassar. Anis mengaku TNI AL mengerahkan empat KRI dan dua kapal Patmar (Patroli Maritim).

"Unsur KRI yang terlibat, Malahayati, Sultan Hasanuddin, kemudian Karimandau, KRI Kulaurumpa. Kebetulan memang beroperasi di wilayah Sulawesi dan dipimpin langsung Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II," tuturnya.

Ia menyebut pencarian korban KM Ladang Pertiwi 02 diperluas mulai 50-60 nautical mile (NM). Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Patmar untuk melakukan pencarian 19 orang. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel