KNKT Duga Sriwijaya Air SJ182 Hancur Akibat Membentur Permukaan Laut

Daurina Lestari, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat Sriwijaya Air SJ182 hancur berkeping-keping akibat berbenturan dengan permukaan air laut karena kecepatan yang sangat tinggi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 diketahui hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu lalu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, sebelum hilang kontak, pesawat Sriwijaya SJ182 sempat keluar jalur yang sudah ditentukan. Entah apa penyebabnya, pesawat yang sebelumnya terbang di ketinggian 10.000 kaki mendadak terjun, hingga ketinggian 250 kaki di Kepulauan Seribu.

Soerjanto menjelaskan, petugas pengatur lalu lintas udara atau air traffic controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. “Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh,” ujarnya.

Baca juga: Menlu RI Terpilih Pimpin Aliansi Vaksin COVAX-AMC

Selanjutnya, berbagai instansi pemerintah baik dari TNI-Polri, dan Basarnas hingga hari ini masih melakukan pencarian puing-puing dan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Soejanto menduga pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hancur karena membentur permukaan laut dengan kecepatan yang luar biasa. Dalam hal ini, Soejanto menjelaskan, pesawat diduga menukik dalam keadaan utuh dan tidak meledak di udara.

"Pesawat hancur karena benturan di air, jadi bukan seperti dugaan sebelumnya karena ledakan di udara," ujar Soejanto saat memberikan keterangan di Posko JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 13 Januari 2021.

Soerjanto mengungkapkan, serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara, tidak ada tanda-tanda gosong akibat terbakar di berbagai puing puing yang ditemukan.

"Tapi hancurnya natural karena benturan ke air," ujarnya.

Meski begitu Soejanto menyatakan pihaknya baru bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 setelah menemukan black box (kotak hitam).

Berdasarkan data KNKT pula, pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengangkut 62 jiwa dengan rincian 6 kru aktif dan 56 penumpang yang terdiri dari 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. (ase)