KNKT Selidiki Kecelakaan Maut Cianjur

TEMPO.CO, Cianjur - Komite Nasional Keselamatan Transportasi menerjunkan tim untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan maut di Jalan Raya Sukabumi, Kampung Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad 24 Februari 2013. Kecelakaan tersebut menewaskan 16 orang serta 11 korban luka-luka.

Ketua Tim Investigasi KNKT, Kusnendi Soehardjo, mengungkapkan, sesuai peraturan, untuk kasus kecelakaan yang jumlah korbannya mencapai belasan orang, Kementrian Perhubungan melalui KNKT menugaskan untuk melakukan investigasi langsung di lapangan. "Kami baru wawancara dengan para korban yang masih dirawat di rumah sakit. Kami juga sudah ke lokasi  disimpannya kendaraan yang mengalami kecelakaan itu," kata Kusnendi.

Menurut dia, saat ini pihaknya belum bisa menduga-duga faktor penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut."Sekarang kita sedang melakukan pendataan langsung, tentang bagaimana kondisi jalan sesungguhnya di lokasi kejadian ini serta berbagai kelengkapan dan infrastuktur pendukung yang lainnya," ujarnya.

Ditambahkan dia, masih banyak unsur lain yang harus dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut, baru akan disimpulkan. "Kami akan bergerak cepat untuk melakukan analisis-analisis," kata dia .

Adapun Dedih Sumarna, salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, soal rambu-rambu di sekitar lokasi kejadian, sudah dianggap cukup bahkan lengkap. Kalau ada penambahan, harus terlebih dahulu dilakukan survei di lapangan.

Sementara itu, beberapa bangunan rumah yang terkena hantaman truk saat terjadi kecelakaan kondisinya masih nampak berantakan. Asep, 45 tahun, salah seorang pemilik rumah mengatakan, hingga sekarang ini belum ada pihak yang datang dan siap untuk bertanggung jawab membantu perbaikan rumah miliknya bersama dengan tetangga lainnya.

"Baik yang mengaku dari pihak perusahaan pemilik barang bawaan truk, maupun juga dari pemilik kendaraan itu sendiri. Bahkan dari keluarga sopir truk yang meninggal itupun, sampai sekarang belum ada yang datang," kata Asep yang mengaku masih sibuk untuk bolak-balik ke RSUD Cianjur tempat isterinya dirawat.

DEDEN ABDUL AZIZ

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.