Knockout: Hantaman Maut Pemain Sirkus Goncangkan Ring Tinju Dunia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jorge Paez adalah salah satu karakter petinju yang paling berwarna di era 80 hingga 90an. Petinju yang flamboyan, eksentrik dan menghibur membuat Jorge Paez disayangi penggemarnya.

Paez merupakan anak dari petinju era 50an. Ketika orang tuanya berpisah, Paez dibesarkan oleh neneknya yang merupakan pemilik aksi sirkus. Paez muda banyak menghabiskan hidup di jalanan, dan membantu neneknya di usaha sirkusnya.

Paez awalnya tidak menyukai tinju, tapi ketika dia tahu jika tinju bisa menghasilkan uang dia lalu melakukannya. Paman Paez berinisiatif dengan mengajak Paez ke gym untuk berlatih tinju.

Waktu demi waktu, kualitas tinjunya berkembang. Kekuatan dan kecepatannya hantamannya mengerikan.

Karier bertinju Paez dimulai, di kelas amatir dia hanya melakoni 3 laga. Kemudian masuk ke karier profesional di umur 19 tahun. Setelah 4 tahun bertarung di Meksiko, dia sudah mendapat sabuk juara IBF saat mengalahkan Calvin Grove yang saat itu belum terkalahkan.

Sejak saat itu Paez yang dijuluki El Maromero ini sudah mempertahankan sabuk gelarnya beberapa kali. Beberapa duel menjadi sorotan yang pertama ketika dia melakoni laga menghadapi Lupe Gutierrez dalam mempertahankan gelar untuk kali keenam.

Laga itu sangat brutal, Gutierrez benar-benar mengejar Paez. Namun akhirnya duel dihentikan wasit karena petarung asal Amerika Serikat ini dinilai tak sanggup lagi menerima pukulan bertubi-tubi Paez.

Selanjutnya 1999, Paez melawan Augie Sanchez. Pertarungan keras dan Paez harus KO di ronde ketujuh, dia menerima pukulan keras yang mendarat di kepalanya.

Dan tahun 1994 ketika dia melawan The Golden Boy, Oscar De La Hoya. Hanya 2 ronde, Paez langsung KO. Padahal di awal ronde Paez mampu membuat De La Hoya kewalahan.

Terakhir kali Paez melakoni duel di tahun 2003 lalu, lawannya adalah Scott McCracken dari Amerika Serikat. Duel itu berakhir dengan kemenangan ronde ke-10.

Selama kariernya, Paez melakoni 98 pertandingan dengan rincian 79 kali menang, 14 kalah dan 5 kali imbang.

Paez sendiri dikabarkan meninggal dunia tahun 2016 lalu, ayah sekaligus pelatih Erik Morales ini meninggal setelah melawan penyakit stroke yang dideritanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel